IBC, SUMSEL – Pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah dan menjadi momok menakutkan semua pihak, tak luput juga di dunia pendidikan.

Proses belajar mengajar yang selama ini dilakukan secara daring menuai pro dan kontra khususnya dari orang tua murid. Bagaimana tidak, sudah hampir satu tahun proses belajar mengajar dilakukan secara daring.

Kembalinya Palembang berada di zona merah menunjukkan bahwa wabah Covid-19 belum berakhir tapi malah meningkat hingga belajar mengajar tetap berlangsung secara daring. Seperti halnya proses belajar mengajar di SMP dan SMA Sekolah Olahraga Negeri (SON) Sriwijaya Palembang.

Kepala Sekolah SMA SON Sriwijaya, Aliyuddin Asral mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Sumsel H Herman Deru tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

“Memang tempo hari direncanakan di semester genap kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka, akan tetapi kembalinya Palembang di zona merah maka ditunda dulu,” kata Aliyuddin saat ditemui di kantornya, Senin (18/1/2021).

Aliyuddin mengungkapkan, SMA SON merupakan sekolah olahraga untuk melaksanakan kegiatan membina, mengelola dan mengasuh anak berlabel atlit, untuk itu belajar kegiatan akademis dilakukan secara daring tapi untuk latihan dilakukan seperti biasa sesuai dengan prokes.

“Karena sekolah kita adalah sekolah berbasis olahraga jadi pelaksanaan kegiatan latihan kita laksanakan sesuai mekanisme petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Sumsel,” ucapnya..

Ketika ditanya soal anggaran yang dikucurkan Pemerintah, Aliyuddin menjelaskan, bahwa ada pengurangan di masa Pandemi ini, karena pengajuan dana sekitar Rp12 milyar pertahunnya tapi yang disetujui sekitar Rp6,7 milyar pertahun melalui Dinas Pendidikan.

“Dana ini digunakan untuk keperluan dan operasional sekolah dengan siswa/siswi sebanyak 200 siswa dengan tenaga pengajar sejumlah 39 Guru,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES