IBC, JAKARTA – Dalam rangka menagih janji Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Republik Indonesia (KPK – RI), yang telah telah diumumkan Ketua KPK-RI Firli Bahuri sebagaimana yang dikutip dalam media CNN, 6 Desember 2020 lalu yang meminta pelaku korupsi anggaran penanganan pandemi Covid-19 dituntut dengan Hukuman Mati dengan judul berita (Mensos Tersangka, KPK Ancam Hukuman Mati), mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Beres (GBI) melakukan aksi unjuk rasa dengan masa aksi puluhan orang dengan menyajikan pertunjukan teatrik didepan Gedung KPK. Rabu (20/01/2021).

Dalam kasus yang melibatkan mantan Menteri Sosial Jualiari Batubara dan kini telah menjadi tersangka dan ditahan oleh KPK terkait korupsi dana Bansos Covid-19 yang diperkirakan telah merugikan negara lebih dari Rp20 Milyar. Mahasiswa yang tergabung dalam GBI turun ke jalan untuk mendukung KPK-RI agar memvonis hukuman mati terhadap pelaku koruptor Juliari Batubara maupun anggota lain yang terlibat juga dalam kasus yang telah merugikan negara dengan jumlah kurang lebih Rp20 milyar.

Bambang Isti Nugroho sebagai Korlap Aksi GBI menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh mantan Menteri Sosial (Mensos) sudah sangat keterlaluan dan begitu banyak merugikan negara sekaligus merugikan dan mencuri hak rakyat.

“Kami menilai bahwa perbuatan tersangka Juliari telah merampas hak-hak rakyat miskin yang sedang mengalami masa-masa sulit selama pandemi Covid-19, yaitu sudah tertular penyakit juga berkurangnya dan sampai kehilangan mata pencaharian. Dan hal ini adalah kebiadaban yang patut diperangi dan Negara harus bertindak tegas untuk menyita seluruh harta Juliari dan menerapkan hukuman mati untuknya karena perbuatan ini sudah sangat tidak manusiawi,” tegasnya saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp.

Menurutnya perbuatan Julian Batubara menyakiti dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

“Perbuatan Juliari sebagai Menteri Sosial sangat menyakiti dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Hak rakyat miskin yang seharusnya menjadi tujuan dan prioritas utama Negara memberikan bantuan, harus masuk kekantong dan perut manusia serakah dan tidak berperikemanusian yang berkedom pejabat Negara tersebut. Ini adalah perilaku yang sangat biadab dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Bambang.

Selnjutnya Bambang menegaskan Julian melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Nomor 31 tahun 1991.

“Dalam peraturan dan perundang-undangan Menkum HAM bahwa “Hukuman Mati” bagi terpidana korupsi dalam kondisi bencana alam, non alam, dan krisis moneter, sudah tercantum dalam Undang-Undang Tipikor. Dan Juliari P Batubara jelas sudah terbukti melanggar UU Tipikor Nomor 31 tahun 1991 jo UU Nomor 20 tahun 2001 pasal 2 ayat (2) dipidana dengan hukuman mati.” lanjut Bambang untuk menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Kemudian Bambang menjelaskan agar Julian Batubara dan pelakunya tersangka korupsi Bansos lainnya dijatuhi hukuman mati.

“Oleh karena itu kami menuntut Hukuman Mati kepada Juliari dan tersangka korupsi Bansos yang juga terlibat dalam kasus tersebut agar dikemudian hari menjadi pelajaran dan bahan renungan para pejabat Negara yang ingin memakan dan merampas Hak Rakyat Indonesia.” jelasnya.

Lebih lanjut menyampaikan kami sudah menyebarkan dan mengumpulkan Petisi Hukuman Mati untuk Juliari Batubara kepada seluruh elemen masyarakat.

“Agar pemerintah bisa menilai bahwa apa yang benar-benar di inginkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengukum pencuri yang telah merenggut paksa haknya sebagai masyarakat Indonesia.” ujarnya sambil menjelaskan.

Dalam kesempatan ini juga, Bambang berharap agar KPK-RI segera serta melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan.

“Kami dari GIB berharap kepada KPK-RI terutama Ketua KPK firli Bahuri agar segera menerapkan serta melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Undang-undang, agar tercipta keadilan.” harapnya.

Terakhir dengan tegas Bambang berharap jika KPK menerapkan dan melaksanakan hukuman mati maka kami berterima kasih

“Dan jika aturan hukuman mati ini di terapkan dan dilaksanakan oleh KPK, maka kami sebagai generasi muda dan penentu arah bangsa selanjutnya sangat berterima kasih kepada KPK-RI karena telah benar-benar berdiri untuk membela rakyat dan menghukum penjahat birokrasi sesuai dengan perbuatnnya.” tegas dan harap Bambang kepada pemangku kebijakan agar benar-benar menjalankan aturan sesuai dengan apa yang diperintahkannya.

Penulis : Gie | YES