IBC, TALIABU – Komisi III DPRD Pulau Taliabu, terhitung sudah dua hari ini mengagendakan monitorng (pengawasan) pada sejumlah proyek pembangunan.

Pasalnya, terdapat beberapa temuan yang dinilai belum dituntaskan 100%.

Di antaranya, proyek pembangunan Gudang di Pelabuhan Tamping, yang dikerjakan pada tahun 2019, jembatan di Desa Wayo yang dikerjakan pada 2020, proyek kantor DPRD dan Bupati Pulau Taliabu yang belum terselesaikan.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Pulau Taliabu, Hasanudin bahwa, kegiatan monitoring yang dilakukan sejak (21/1/2021) kemarin, terdapat beberapa proyek pembangunan yang belum diselesaikan 100%.

Hasanudin mengungkapkan, mogoknya sejumlah pembangunan tersebut, belum diketahui kendalanya, termasuk yang disentil adalah soal terhentinya pembangunan jembatan di Desa Wayo.

“Tapi kami belum tahu kenapa belum selesai, apakah tahapannya seperti itu, ataukah dananya tidak lancar atau segaja dibiarkan,” ungkap Hasanudin pada wartawan dikediamannya, Jum’at (22/1/2021).

Soal yang lain, Hasanudin menilai, pembangunan kantor DPRD dan Bupati Pulau Taliabu saat monitoring, Jum’at 22 Januari pagi tadi, terdapat kekurangan yang sama.

“Kemungkinan dia cor dek itu terlalu rapat, sehingga ada tetesan air buat rata-rata plafonnya itu ambruk. Kalau pekerjaannya kurang lebih 60-70%,” jelasnya.

Dirinya pun mengakui, dari sejumlah temuan pembangunan tersebut akan ditindaklanjuti secepatnya.

“Makanya kami mau panggil Dinas PUPR Pulau Taliabu supaya tidak salah sebut,” ujar politisi Golkar asal Taliabu Utara itu.

Penulis : HVD | YES