IBC, TALIABU – Kaget dengan sejumlah proyek pembangunan yang dinilai belum terselesaikan pada catatan Komisi III DPRD Pulau Taliabu saat monitoring (22/1/2021), akan berujung pada meja rapat.

Persoalan serius tersebut, diakui belum dapat di dalilkan apa kendalanya.

Sebagaimana disebutkan, bangunan yang belum terselesaikan hingga saat ini yakni, bangunan kantor DPRD, bangunan kantor Bupati, pembangunan Gudang di Pelabuhan Tamping dan 2 jembatan yang berlokasi di Desa Wayo Taliabu Barat.

Kesemua pembangunan itu dinilai, baru pada kisaran 60-70% penyelesaian.

Sehingganya, dalam waktu dekat DPRD Pulau Taliabu melalui Komisi III bakal mengonfirmasi ke pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pulau Taliabu serta para kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan terkait.

“Misalkan pembangunan Gudang di Tamping itu belum selesai juga. Tapi nanti kami panggil kontraktor kemudian kami tanya kenapa tidak selesai, apakah dananya yg tidak lancar atau memang pekerjaan yang sengaja tidak diselesaikan,” kata Hasanudin selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Jum’at (22/1/2021) kemarin.

Hasanudin menambahkan bahwa, ada dua jembatan yang berlokasi di Desa Wayo, diduga tak memiliki papan proyek pembangunan.

“Kita dapati dua jembatan tanpa papan proyek, dibagian wayo (jalan menuju Pelabuhan Tamping), jembatan ambruk, kan disitu ada pekerjaan baru baru lagi itu baru dipasang dia punya tungku itu (kaki jembatan) dan di jembatan Wayo (samping kantor Desa),” ujarnya.

Selain kontraktor, Kadis PUPR bakal diajak untuk mendampingi kegiatan monitoring tersebut pekan depan.

“Jadi kami tinggal panggil lagi Kepala Dinas PU-PR dan konsultannya nanti mungkin kami akan mulai lagi Rabu depan,” imbuhnya.

Atas hal ini, Hasanudin juga mengakui pihaknya yang jarang monitoring berbagai proyek dilapangan.

“Artinya barang ini kita jangan cuma salahkan kontraktor dan Pemerintah Daerah sementara kita DPRD saja tidak pernah turun,” pungkasnya.

Penulis: HVD | YES