IBC, TALIABU – Ketua Komisi III DPRD Pulau Taliabu (Pultab), Hasanudin mengecam keras pengaspalan jalan menuju Kantor Bupati yang terkesan asal jadi.

“Jadi Aspal yang dibuat itu lebih keras dari pasir timbunan yang biasa digunakan untuk pembangunan rumah, hal ini adalah proyek yang dibuat asal jadi dan amburadul,” ungkap Hasanudin pada wartawan, Jum’at 21/1/2021) kemarin.

Hal itu ditemui pihaknya saat melakukan monitoring terkait berbagai proyek pembangunan di Taliabu Barat.

Saat pemantauan dilokasi aspal tersebut bersama rekan Komisi III, Hasanudin mengakui pekerjaan tersebut tidak layak untuk dilewati.

“Awalnya, saya curiga itu bekas jalannya sapi itu mungkin aspalnya belum kering, setelah kami periksa (aspal) malah dia punya kekebalan itu kurang lebih dua sentimeter. Itu bisa di garuk lebih keras (pasir timbunan) dari pada aspal,” akunya.

Dirinya menegaskan, bakal memanggil serta mempertanyakan hal tersebut kepada pihak-oihak terkait.

“Jadi memang setelah ini, nanti kami akan panggil kontraktor, dinas keuangan, dinas perhubungan, dan dinas PU-PR, apakah anggaran untuk proyek ini telah di bayar 100% ataukah seperti apa,” tegas Hasanudin.

Dijelaskan bahwa, jika pembangunan aspal tersebut sudah terbayar 100%.

“Maka itu adalah temuan, kalaupun belum dibayarkan, maka kami akan rekomendasi untuk tidak di bayar pekerjaan itu, karena sangat merugikan uang negara,” kecamnya.

Pantauan media disekitar lokasi jalan menuju Kantor Bupati Taliabu itu, pembangunan aspal tersebut lembek, seperti pada samping badan jalan aspal tersebut, berbagai butiran aspal mulai tercecer berpotensi rusak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, proyek pembuatan jalan Aspal tersebut satu paket dengan proyek pembangunan kantor Bupati Pulau Taliabu.

Proyek yang bersumber melalui APBD pada dinas PUPR Pulau Taliabu ini telah dilaksanakan sejak 2019 sampai dengan tahun 2020.

Dalam pajangan papan proyek untuk pembangunan lanjutan pada tahun 2020, tertulis nama paket “Pembangunan Kantor Bupati (lanjutan), nilai kontrak 4. 937. 058. 600, yang di laksanakan oleh PT. Damai Sejahtera membangun, dengan konsultan pengawas CV. Cipta Jaya Desain.

Penulis : HVD