IBC, PALEMBANG – Potensi hasil perkebunan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangatlah besar, terutama hasil perkebunan untuk penghasil kopi, dimana untuk penghasil kopi kita merupakan penyumbang terbesar di Indonesia. Karena di Provinsi Sumsel sendiri kita memiliki beberapa kabupaten penghasil kota dengan luas lahan yang sangat besar, jadi sangat disayangkan jika kita tidak memiliki pabrik sendiri di Sumsel ini.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) provinsi Sumsel sekaligus sebagai Staf Khusus Walikota Palembang bidang Pariwisata, Budaya, dan Industri Kreatif (IK) Herlan Aspiudin saat ditemui wartawan IBC di Coffe Momie Palembang, Selasa (26/1/2021)

Dikatakan Herlan Aspiudin, bahwa kami dari ASKI Sumsel mengajak dari Perusahaan Terbatas (PT). Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) Cabang Palembang, mari kita capai mimpi bersama untuk mewujudkan Sumsel menjadi Hapnya pariwisata.

“Untuk mewujudkan itu, maka kita di Sumsel harus bisa memiliki atau punya pabrik pengelolaan daripada hasil perkebunan kopi sendiri. Maka dari itu kita mengajak PT. Pelindo II cabang untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengenai ide ini untuk bisa terwujud,” ajaknya.

Selanjutnya Babe Herlan sapaan akrabnya Herlan Aspiudin kita berbicara mengenai komoditas, komoditas keunggulan Sumsel adalah kopi, kopi Sumsel semuanya memiliki lahan 250 ribu hektar, dimana salah satu pemasok terbesar di Indonesia.

“Dimana rinciannya adalah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Kabupaten Lahat, Kabupaten Pagar Alam, kabupaten Empat Lawang. Sekarang hasil kopi ini dibawa kemana, kebanyakan kopi ini dibawah ke provinsi tetangga yakni Lampung,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan yang merupakan bagian dari ASKI Sumsel akan bekerja sama dengan PT Pelindo II dan akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Palembang, karena Walikota Palembang sangat mendukung.

“karena kita tidak punya pabrik, jadi tidak bisa menghasilkan bentuk jadi kopi. Selama ini kopi kita dalam bentuk mentah dibawa keluar, setelah menjadi barang jadi, kembali lagi ke kota kita, maka dari itu kami mengajak PT. Pelindo II cabang Palembang untuk bangun pabrik kopi dikota Palembang, supaya kita bisa mengelola sendiri kopinya,” ucap Herlan.

Terakhir Babe Herlan menambahkan bahwa dari PT. Pelindo II cabang Palembang akan menyiapkan lahan seluas 135 hektare yang berada di daerah Sungai Lais, dimana nantinya dikawasan itu akan dibangun pabrik kopi.

“Lahan ini dinilai potensial untuk melakukan aktivitas ekspor karena dekat dengan Pelabuhan Boom Baru karena Dengan adanya pabrik tersebut, kita bisa menarik dari luar ke kota kita, untuk mengenai harga ongkos kirim lebih hemat, aksesnya lebih dekat dengan pelabuhan kita dan jalan tol sudah ada,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES