IBC, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, meminta Bareskrim Polri untuk segera memanggil perusahaan terkait banjir Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Sebelumnya, Bareskrim telah menerjunkan tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) untuk mengecek penyebab banjir yang terjadi di Kalsel. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan beberapa faktor penyebab banjir.

Penyidik Bareskrim juga akan memanggil semua petinggi perusahaan tambang yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Mereka akan diperiksa terkait dugaan eksploitasi alam yang ditengarai sebagai penyebab terjadinya bencana ekologis di wilayah Kalsel dan sekitarnya.

“Kami juga meminta penyidik Bareskrim untuk memeriksa  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar terkait perizinan perusahaan-perusahaan besar di Kalsel,” ujar Haris, Selasa (26/1/2021).

Selain Bareskrim, Haris juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan di Kalsel terkait izin yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.  

“Kalsel adalah salah satu provinsi di Indonesia penghasil batu bara terbesar. Ada 5 (lima) perusahaan batu bara disana yang diduga menyebabkan banjir besar di Kalsel,” jelasnya.

Haris pun membeberkan lima perusahaan besar tersebut yaitu: 

  1. Adaro. PT Adaro Energy Tbk saat ini tercatat menjadi perusahaan tambang batu bara terbesar yang beroperasi di Indonesia. Tambang terbesarnya berada di Kabupaten Tabalong, Kalsel. 
  2. Arutmin. PT Arutmin Indonesia merupakan raksasa tambang batu bara yang terafiliasi dengan Grup Bakrie.
  3. Jhonlin. Jhonlin Group lewat PT Jhonlin Baratama jadi raksasa perusahaan batu bara. 
  4. Bangun Banua Persada. PT Bangun Banua Persada Kalimantan adalah salah satu anak perusahaan PT Bangun Banua Kalimantan Selatan. Berbeda dengan perusahaan tambang pada umumnya, saham perusahaan ini sebagian besar dimiliki oleh pemerintah daerah. 
  5. Hasnur Group Salah satu pengusaha lokal Kalimantan Selatan yang cukup sukses di bidang usaha batu bara adalah Haji Abdussamad Sulaiman.

“Polisi harus memanggil para pemilik perusahaan-perusahaan tambang, sawit, HTI, HPH. Dan harus menangkap pelaku yang menyebabkan banjir parah di Kalsel,” tegasnya. 

Penulis : FH | YES