IBC, KEPSUL – Ketua Front Pemuda Puhi Aya (FP2A) Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepulauan Sula menilai mandeknya proses penegakan hukum atas laporan penolakan Musyawarah Desa (Musdes) Pohea tahun 2021 yang dilakukan oleh pemuda Pohea, Kadis PMD di nilai sengaja melindungi Kades Rudi Duwila dari persoalan ini.

Ketua Aliansi Fron Pemuda Puhi Aya, Rianto Kaunar mengatakan harusnya kadis PMD sudah dapat mediasi hal ini dan harusnya tidak mendegar kebenaran ini secara sepihak.

“Jangan Biarkan aspirasi Pemuda Pohea itu terombang-ambing berlarut-larut, sebagai pemimpin sudah sepatutnya mengabdikan diri sepenuhnya untuk masyarakat sehingga hal ini tidak didegar secara sepihak namun harus ditarik benang kusutnya siapa dalang dari hal ini,” jelas Rianto Kaunar saat dikonfirmasi IBC di kediamannya, Rabu (27/1/2021).

Selain itu Rianto menjelaskan Kadis PMD harus paham jangan jadikan instansi ini sebagai instansi yang bekerja setelah didemo oleh mahasiswa, pemuda maupun masyarakat di Kepulauan Sula ini .

“Jangan nanti sudah didemo oleh mahasiswa, pemuda maupun masyarakat barulah dia melakukan pencitraan dengan opini publik yang balak-blakan dengan janji-janji palsunya,” jelasnya dengan nada kesal.

Rianto berharap,Kepada Dinas PMD sebagai lembaga yang masi diakui dan dipercaya oleh masyarakat Kepulauan Sula sebagai instansi pemerintah yang ditugaskan merelokasikan setiap venomena yang terjadi maka sudah sepatutnya berlaku adil dan lebih profesional dan produktif kepada masyarakat.

“Sampai saat ini kami masih percaya dengan lembaga PMD jadi harus bekerja demi rakyat Profesional dan produktif demi rakyat Kepulauan Sula,” harapnya dengan tegas.

Penulis : Sarif | YES