IBC, JAKARTA – Kepolisian Resor (Polres) Bontang, Kalimantan Timur melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka berinisial TLS atas dugaan Tindak Pidana Penipuan dan atau pemalsuan dokumen.

Polisi menangkap TLS pada hari Jumat, 18 Desember 2020, sekitar pukul 07.30 Wita, di rumahnya di Perumahan Kartini Residence Blok J1 Nomor 19, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Setelah ditangkap, TLS diperiksa selama beberapa jam kemudian langsung ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Bontang selama 20 (dua puluh hari) dari 19 Desember 2020 sampai dengan 07 Januari 2021, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : SP.Han/109/XII/RES.1.11/2020, tertanggal 19 Desember 2020.

Salah satu Kuasa Hukum TLS, Wirawan menjelaskan proses hukum terhadap kliennya terkesan terburu-buru tanpa didahului proses penyelidikan sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Karena itu, dia mengharapkan penyidik bisa bertindak secara Profesional. Bukan bekerja di bawah intervensi orang.

“Setelah saya bertemu dengan Klien Kami Saudara TSL di Rumah Tahanan Negara Polres Bontang, dia menceritakan bahwa dirinya hanya terlibat masalah utang-piutang dengan orang yang melaporkannya ke Polisi,” kata Wirawan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Wirawan menuturkan kasus yang menyeret TLS bermula sejak 16 Februari 2017, pada saat menerima Purchase Order (PO) 10633 dari PT. Badak LNG. Atas PO tersebut, TLS mencari rekan bisnis yang bisa meminjamkan dana. Setelah mendapatkan orang yang mau bekerja sama, mereka mengikatkan diri dalam sebuah perjanjian kerjasama yang dilakukan di depan Notaris.

“Menurut pengakuan klien Kami, mereka terikat suatu perjanjian kerjasama pengadaan Intercooler yang merupakan pekerjaan dari PT Badak LNG. Jadi, klien saya mendapatkan pekerjaan dari PT. Badak LNG berdasarkan Purchase Order (PO) Nomor 10633 pada tanggal 16 Februari 2017. Namun, karena modalnya belum cukup dia datang ke Saudara IS dan Saudara LH untuk meminjamkan uang. Saudara TLS mendapat dukungan dana dari Saudara LH dan IS masing-masing sebesar Rp225.000.000, yang seharusnya menurut kesepakatan di depan Notaris sebesar Rp325.000.000. Dari keduanya Sdr. TLS mendapatkan uang sebesar Rp450.000.000.,” jelas Wirawan.

Selanjutnya >>>