IBC, TALIABU – Kantor Urusan Agama (KUA) Taliabu Barat (Talbar), mencatat kurang lebih 25 berkas perceraian telah diterima selama pandemik COVID-19 berlangsung.

“Di tahun 2020 itu, ada kurang lebih 25 dokumen (perceraian) yang diajukan ke KUA, itu yang kami mediasi dan kedua belah pihak menyatakan sudah tidak ada lagi kecocokan dari suami istri,” kata Kepala KUA, Talbar Sutikno saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Kamis (11/2/2021).

Menurut Sutikno kesemuanya belum memiliki status cerai, disebabkan belum adanya keputusan persidangan dari Pengadilan Agama Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.

“Yang memutuskan cerai itukan pengadilan agama. KUA hanya memediasi, memberikan nasehat serta bimbingan agar pasangan suami istri bisa rujuk kembali (bersama),” terangnya.

Sebab, jika adanya putusan persidangan, tentunya KUA akan menerima salinan tersebut.

“Setelah jatuh talaknya, maka ada salinan tembusan putusan pengadilan ke KUA tempat penerbitan buku nikah,” ujar Sutikno.

Selanjutnya Sutikno menjelaskan pelayanan dari KUA Taliabu Barat hanya pada tahapan memediasi, selanjutnya akan dibuatkan berita acara sebagai bukti kedua belah pihak (suami istri) untuk dibawa ke meja persidangan.

“Jadi kami buatkan berita acara dari hasil memediasi di BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan), hanya itu tidak jadi putusan perceraian, hanya menyimpulkan hasil memediasi yang kami lakukan ke pasangan suami istri,” ungkapnya.

Usai menerima berita acara tersebut, kedua belah pihak dapat mengajukan ke pihak Pengadilan Agama.

“Setelah itu KUA memberikan arahan untuk ke pengadilan, KUA (mediasi) sampai di tahap itu saja yang akan menjadi bahan pertimbangan pengadilan, misalnya ini mereka sudah dimediasi,” ungkap Sutikno.

Penulis : HVD | YES