IBC, SURABAYA – Relawan Jokowi, Jokowi Mania (JOMAN) Jawa Timur soroti persoalan kelangkaan pupuk, pihaknya menduga pendistribusian dari pabrik yang hingga saat ini masih mengalami banyak penyimpangan.

“Para oknum atau mafia distributor pupuk mencoba memainkan harga, dengan menjual pupuk subsidi di pasar pupuk non subsidi, ini menjerat petani,” ujar Ketua Joman Jawa Timur, Arief Choiri, beberapa waktu yang lalu melalui rilisnya yang diterima redaksi.

Selain itu kata Arief, selisih harga pupuk non subsidi yang harganya dua kali dari harga pupuk subsidi di pasar, menyebabkan banyaknya mafia pupuk yang bermain dipendistribusian pupuk.

Ia juga mecontohkan, pupuk subsidi Phonska yang harganya Rp 2500 per kilogram, maka harga non subsidinya lanjut Arief, di atas Rp 5000 per kilogramnya. “Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang diperoleh mafia pupuk bila mereka menjual pupuk subsidi di pasar pupuk non subsidi (pasar gelap),” terang dia.

Demikian pula sambung Arief, masalah biaya distribusi patut disoroti, yaitu penyimpanan di gudang distributor. Menurutnya, saat ini banyak gudang distributor hanya sebagai formalitas saja, karena dalam kenyataannya, pupuk subsidi dikirim langsung dari gudang penyangga atau gudang produsen pupuk.

“Ke kios-kios tanpa melalui gudang distributor. Bisa dibayangkan berapa biaya distribusi yang diselewengkan oleh mafia pupuk,” ungkapnya.

Dikatakan Arief, bahwa distribusi pupuk itu, oknum distributor nakal mengambil keuntungan pribadi cukup banyak. Pertama tulis Arief, biaya transport dari gudang penyangga ke gudang distributor, dan kedua, adalah biaya penyimpanan di gudang distributor.

“Dari dua komponen harga tersebut saja, berapa biaya yang seharusnya bisa dihilangkan, namun tidak pernah dilakukan, dan terpaksa dimunculkan untuk keuntungan ‘pribadi’ mafia pupuk,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Umum JOMAN, Immanuel Ebenezer meminta agar Menteri Pertanian RI (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mundur dari jabatannya, sebab pihaknya akan melaporkan mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut.

Kata pria yang akrab disapa Noel ini, pelaporan tersebut terkait adanya dugaan korupsi pupuk di lingkaran Menteri Pertanian. “Pejabat yang korup di Kementan banyak bandit-bandit koruptor, semua dan akan kita laporkan ke KPK,” tulis Noel dalam rilisnya, Rabu (3/2/2021).

Karena itu, sebelum Menteri Pertanian ditangkap KPK, imbuh Noel, meminta terlebih dahulu (SYL) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri pertanian.

Pasalnya tambah Noel, sampai detik ini persoalan pupuk belum selesai ditangani oleh Menteri. “Sebelum ditangkap KPK, sebelumnya kita minta Mentan Yasin Limpo mundur,” tutup mantan Aktivis 98 ini.

Penulis : FA|YES