IBC, SUMSEL – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan (Sumsel) membuka rapat peserta bimbingan tekhnis peningkatan kemampuan guru dalam menyusun kisi-kisi satuan pendidikan 2021.

Acara ini dihadiri 17 (tujuh belas) kabupaten kota se-Sumsel di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Palembang, Senin (15/2/2021)

Kadisdik Sumsel Riza Fahlevi mengatakan Disdik Sumsel apresiasi setinggi-tingginya kepada bidang SMA yang bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sumsel berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor I tahun 2021 yang memperjelas bahwa ujian nasional ditiadakan.

“Untuk menentukan kelulusan tahun ajaran 2020-2021 menggantinya dengan asessmenst nasional sebagai peta mutu pendidikan pengganti ujian nasional dimana kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah masing-masing,” ujarnya.

Riza Fahlevi juga mengungkapkan kepada guru-guru yang ikut dalam rapat ini dibimbing untuk menentukan kualitas kisi-kisi yang dibuat untuk 13 (tiga belas) mata pelajaran ditambah mata pelajaran agama yaitu Protestan, Katolik dan Budha sebagai standar mutu pendidikan di Provinsi Sumsel.

“Kepercayaan yang diberikan kepada sekolah untuk menentukan kelulusan berdasarkan kisi-kisi yang telah susun dan soalnya dibuat sekolah masing-masing dan nanti akan terlihat kualitas sekolah itu berdasarkan siswa yang lulus yang akan dinilai ahlaknya oleh masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya ditempat yang sama Ketua MKKS SMA Provinsi Sumsel Moses mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun kisi-kisi soal ujian berkualitas dan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 15-17 Februari 2021.

“Kegiatan ini akan diikuti 57 peserta guru-guru yang terbaik mewakili 17 kabupaten se-Sumsel dan difasilitasi penginapan dihotel grand inna yang menggunakan anggaran MKKS SMA Provinsi Sumsel,” ungkap Moses.

Terakhir Moses Ahmad menambahkan standar mata pelajaran yang diuji dalam kompetisi sebagai mutu dari kualitas sesuai dengan kurikulum pendidikan SMA di provinsi Sumsel.

“Kurikulum yang sudah digariskan oleh pemerintah selama ini dan hanya memperhatikan kegiatan ini dilakukan pada masa pandemi covid-19 dan guru tidak dituntut untuk menyelesaikan seluruh kurikulum tetapi diberi keleluasaan untuk memilih mana mata pelajaran yang esensial dari materi yang ada dalam kurikulum tersebut,”tutupnya moses

Penulis : Zul | YES