IBC, PELALAWAN – Dugaan penghinaan suku dan golongan (RAS) oleh oknum anggota DPRD aktif di Pelalawan dilaporkan salah seorang warga inisial LTN dengan kuasa hukumnya Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih (LBH LMP) Provinsi Riau.

Hal ini dibenarkan Ketua Markas Cabang LMP Pelalawan Julianto kepada wartawan usai melakukan pelaporan di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau pada Jum’at (19/2/2021) siang WIB.

“Benar, LTN memberikan kuasa kepada Markas Cabang Laskar Merah Putih kabupaten Pelalawan di Pangkalan Kerinci”, kata Julianto kepada awak media.

Julianto menyampaikan oknum Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan periode 2019-2024 berinisial SND diadukan dan dilaporkan ke Polda Riau casu quo (cq) atau dalam hal ini Direktur Ditreskrimum atas dugaan melakukan perbuatan penghinaan dan menyinggung suku Melayu.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,” ujarnya.

Selanjutnya Julianto menjelaskan setelah LTN menyerahkan kuasa kepada kami, selanjutnya kami berkoordinasi dengan Markas Daerah LMP Riau di Pekanbaru.

“Pimpinan markas Daerah LMP Riau mengarahkan agar upaya hukum dikuasakan kepada LBH Laskar Merah Putih Riau,” jelasnya.

Laporan LBH LMP ke Polda Riau diterima oleh Aiptu Zalwis di ruang SPKT jalan Patimura Pekanbaru.

D. Susilo, staf LBH LMP mengungkapkan kronologis dalam laporan disebutkan bahwa oknum DPRD Pelalawan (SND) tersebut diduga melakukan penghinaan suku Melayu kepada LTN.

“Alah Tau Apa Orang Melayu…Orang Kampung..Kencing Pinggir Jalan Aja yang Tau (alaah..tahu apa orang Melayu..orang kampung kencing pinggir jalan aja yang tahu – red),” kata Susilo menirukan ucapan oknum anggota DPRD Pelalawan SND.

Untuk itu, menurut Susilo LBH LMP bersama Ketua dan Sekretaris Markas Cabang LMP Pelalawan dan beberapa komandan di Markas Daerah LMP Provinsi Riau mendampingi LTN guna melaporkan oknum anggota DPRD Kabupaten Pelalawan (SND) kepada Kapolda Riau agar diproses hukum.

“Agar oknum tersebut diproses hukum yang berlaku,” harapnya.

Terkait kata-kata yang disebutkan oleh oknum SND tersebut, Ketua Ikatan Melayu Batubara di Pelalawan, Ruslan memberikan pendapat bahwa kata-kata ini adalah penghinaan bagi bangsa Melayu.

“ini artinya bangsa Melayu dipersamakan dengan binatang dan sangat tidak beradab, harga diri saya sangat terhina dan marwah terinjak-injak,” kata Ruslan saat ditemui usai menemui LAM Riau pada Jum’at (19/2/2021) siang WIB.

Penulis : Faisal | YES