IBC, SULA – Tingginya gelombang air laut di pesisir Dusun 1 (satu) Desa Falabisahaya, menyebabkan halaman rumah warga terendam air.

Dari pantuan di lokasi, luapan air laut tersebut berkisar 25 meter dari lokasi pantai ke pekarangan warga setempat.

Untuk diketahui, wilayah yang terancam luapan air akibat ombak meninggi, diantaranya lokasi lapangan terbang (lapter), Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

Disisi lain, beberapa pembangunan tanggul setempat dinilai tidak bertahan lama dan menyebabkan kerusakan akibat amukan ombak tersebut.

Air laut merendam jalan setapak warga Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Sabtu (20/2/2021). Foto : HVD/IBC.

Berdasarkan informasi yang dihimpun IBC, peristiwa alam itu seringkali terjadi. Termasuk pada 2019 silam, 2 (dua) jembatan dan bangunan tanggul ikut terbongkar akibat ombak membesar.

Sofyan Jamadi, seorang warga Desa Falabisahaya saat dihubungi, Sabtu (20/2/2021) malam tadi, mengatakan bahwa, gelombang tersebut kian terjadi setiap tahun.

“Setiap tahun, gelombang begitu sudah, tahun kemarin tanggul patah dan 2 (dua) buah jembatan kayu terbawa arus,” kata Sofyan saat dikonfirmasi melalui Messenger.

Untuk mencegah hal ini, Sofyan meminta agar pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, segera melangsungkan pembangunan tanggul yang lebih optimal.

“Semoga ada perhatian khusus dari Pemerintah untuk pembuatan tanggul kembali, karena setiap tahun gelombang ini terjadi,” pintanya.

Penulis : HVD | YES