IBC, SANANA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sula 2020, di Jakarta, Rabu (17/2/2021) lalu.

Berdasarkan pasal 158 MK menolak gugatan pemohon HT-UMAR karena suara pihak terkait Hj. Fifian Adeningsi Mus-H.M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH) 20.119 suara melebih ketentuan 2% yakni 4,61%. Dengan demikian FAM-SAH dinyatakan terpilih sebagai Bupati-Wakil Bupati Sula Periode 2020-2025.

Simpatisan pendukung FAM-SAH Amanah Upara mengatakan Pilkada Sula 2020 jika pihak pemohon menyadari ketentuan pasal 158 dan signifikansi kasus yang dilaporkan ke MK maka tidak mungkin Pilkada Sula sampai di MK, namun sebagai pihak terkait dan warga negara yang taat asas kami menghormati dan menghargai proses tersebut.

“Sebagai pihak terkait kami menyadari hal tersebut, karena apa yang pihak pemohon tuduhkan, sebagai pihak terkait kami meyakini bahwa tidak melakukan hal sekonyol itu. Pilkada Sula 2020 diharapkan menjadi pelajaran bagi kita semua, agar kedepan kita dapat melakukan demokrasi lokal yang lebih baik dan lebih bermartabat,” katanya saat dikonfirmasi media IBC di kediamannya, Selasa (23/2/2020).

Di lain sisi ia berharap Pilkada Sula kedepan, pihak yang kalah dapat menerima kekalahannya dan mengakui kemenangan lawan tanding yang memenangkan Pilkada.

“Semoga di pilkada tahun berikutnya Pihak yang bertarung bisa lebih bijak sehingga dapat merangkul pendukungnya baik yang menang maupun yang kalah sehingga masyarakat maupun pemerintah daerah tidak merugi akibat terlalu fokus dengan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi dan bisa meredam konflik berkepanjangan di tengah masyarakat,” harap politisi Partai Golkar Sula ini.

Terlepas dari itu komitmen FAM-SAH akan merealisasikan program-program yang termuat dalam visi-misi, tentu akan merangkul yang kalah dan seluruh masyarakat Sula untuk sama-sama membangun daerah.

Dirinya menegaskan kita perlu mengawal program kerja yang akan direalisasikan pasangan FAM-SAH sehingga kita berharap pembentukan struktur pemerintahan yang diangkat memiliki kepangkatan dan golongan yang cukup, memiliki kemampuan, memiliki rekam jejak yang jelas, mampu bekerjasama untuk mewujudkan visi-misi FAM-SAH dan memiliki loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.

“Semua ini bertujuan agar terwujudnya visi-misi FAM-SAH, tercipta pemerintah yang baik dan bersih. Jika program ini trealisasi, maka pada akhirnya melahirkan pelayanan yang baik, lapangan pekerjaan tersedia, pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang dan pada akhirnya terwujudnya Sula bahagia,” tegas Amanah.