IBC, TALIABU – Kepala Bidang (Kabid), Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Pulau Taliabu, Jayadi, berpendapat untuk menata pasar dengan jumlah pedagang yang banyak, adalah membangun pasar baru.

Dengan pengamatan dilapangan, menurut Jayadi, kapasitas pedagang di lokasi pasar rakyat Bobong tidak seimbang.

“Memang disana (pasar) kita lihat sudah tidak bisa muat, dari dalam sampai diluar itu. Jadi solusinya bangun pasar baru yang lebih besar,” kata Jayadi pada wartawan belum lama ini diruang kerjanya.

Jayadi menyebutkan, selain pedagang dari Bobong, juga terdapat sejumlah pedagang dari Taliabu bagian utara.

“Ada (pedagang) yang dari Desa Tikong, Salati dan Talo sudah tidak dapat tempat (lapak menjual),” sebutnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Muhlis Soamole mengatakan, terkait pasar tersebut memang terjadi lonjakan.

“Itu yang pertama mungkin ada peningkatan para penjual, sementara kapasitas dan daya tampung yang ada di pasar ini tidak memenuhi syarat lagi,” kata Muhlis membenarkan saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, Senin (22/2/2021).

Ini akan menjadi soal, jikalau Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu tidak merespon secara optimal.

“Insya Allah pasti Pemerintah Daerah juga punya tingkat kepedulian ke arah itu. Yang jelas Pemerintah Daerah juga berkeinginan untuk bagaimana dapat memindahkan lokasi pasar,” terang Muhlis.

Sebab kata Muhlis, lokasi pasar Bobong dinilai kurang efektif karena berada pada titik sentral perkotaan.

“Sementara lahan untuk bagaimana melakukan penataan itu sudah tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, sementara ini Disperindagkop Kabupaten Pulau Taliabu telah mencanagkan lahan pasar baru seluas 2 (dua) hektare, tepatnya dibagian Desa Talo, Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Penulis : HVD | YES