IBC, SANANA – Polairud Polres Kepulauan Sula dan Angota Polsek Talbar menangkap pelaku ilegal fishing dengan mengunakan alat peledak (Bom) di Pelabuhan Tamping Desa Talo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 16.30 WIT.

Kasat Polairud Polres Kepulauan Sula Ipda M. Sofyan menjelaskan berawal dari laporan masyarakat pesisir Pulau Taliabu bahwa sering terjadi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom).

“Saya segera memerintahkan kepada personil untuk memback up personil Polsek Taliabu Barat selanjutnya melakukan pemantauan selama beberapa hari,” jelasnya kepada awak media.

Selanjutnya Sofyan menambahalkan para oersonil berhasil mengamankan 3 orang tersangka.

“Pertama berinisial S, tinggal di Dusun 1 Desa Monsongan Banggai Tengah, yang kedua dengan inisial : D warga Dusun V Desa Monsongan Banggai Tengah, dan yang terakhir inisal : W, juga warga Dusun V Desa Monsongan Banggai Tengah.l,” tambahnya.
      
Sofyan menyampaikan tidak hanya itu personil Sat Polairud Polres Kepulauan Sula kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan seorang ibu rumah tangga atas  nama inisial SSK alias MW tinggal di Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat yang berperan sebagai distributor bahan baku bom serta pengepul ikan dari hasil penangkapan menggunakan bom tersebut.

“Dengan barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) Unit kapal jenis longboat dengan 1 (satu) unit mesin yamaha 15 PK dan 1 (satu) unit mesin tohatsu ok 18, 1 (satu) unit mesin kompresor, 1 (satu) buah detonatar aktif, 1 (satu) boks ikan jenis campuran dan 9 (sembilan) kilogram (Kg) pupuk matahari/cantik,” ujarnya.

Terakhir Sofyan menyatakan para tersangka akan dikenakan pasal 84 ayat 1, ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 2004 Sub pasal pasal 85 UU Nomor 31 tahun 2004 Jo pasal 55 KUHPidana

“Para Tersangka beserta barang bukti tersebut diamankan di Polsek Taliabu Barat dan pada hari Jumat tanggal 26/2/2021 akan dibawa ke Mako Sat Polairud Polres Kepulauan Sula untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Sarif | YES