IBC, TALIABU – Pada hari kedua, tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), melakukan pemeriksaan soal dugaan pemotongan Dana Desa (DD) Tahun 2017.

Hari ini, Minggu (28/2/2021) sebanyak 11 (sebelas) Kepala Desa (Kades) diperiksa, yakni Kades Pencado, Kades Kilo, Kades Kilong, Kades Kramat, Kades London, Kades Wahe, Kades Todoli, Kades Salati, Kades Wolio, Kades Nggoli dan Kades Nggaki.

Diketahui, lanjutan pemeriksaan kasus dugaan korupsi DD tahun 2017 ini, dikarenakan ada temuan dana di rekening Desa yang ditransfer ke rekening perusahaan atas nama CV. Syafaat Perdana. Milik mantan Bendahara Kasda Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Agusmawati Toib Koten (ATK), Itu dicarikan di Bank BRI Unit Bobong Pulau Taliabu.

Dugaan kasus ini mulai di dalami Ditkrimsus Polda Maluku Utara sejak Tahun 2018 kemarin. Diamana, kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, dan berhasil ditetapkan ATK sebagai tersangka pada 2019.

Kepala Desa Kilo Taliabu Selatan, Jefri Kumagap, membenarkan bahwa adanya penyunatan (pemotongan) Dana Desa (DD) 2017 sebesar Rp.60.000.000 (enam puluh juta rupiah).

“Pemotongan dana desa (DD) di Tahun 2017, dengan dasar belanja biaya operasional perjalanan Dinas mengikuti bimtek di Bogor dan langsung ke Karaton Jogjakarta,” ungkap Jefri kepada wartawan usai diperiksa di ruang reskrim Polsek Taliabu Barat, Minggu (28/2/2021).

Diakuinya, perjalanan dinas dalam rangka agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bogor dan di Jogjakarta tersebut, melibatkan seluruh Kades se-Taliabu.

“Yang mengikuti dalam satu desa terdiri itu dari 4 (empat) orang yaitu Kepala Desa, Sekertaris Desa, Bendahara Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” ujar Jefri.

Penulis : HVD | YES