IBC, TALIABU – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pulau Taliabu, akui soal 2 (dua) program yang belum terealisasi secara keseluruhan menjadi utang daerah.

Kedua program tersebut yaitu, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019 dan Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) 2020 kemarin.

“Ini kan sudah menjadi utang daerah dan hasil koordinasi kami dengan keuangan di tahun 2021 ini mereka sudah bayar semua. Jadi di tahun 2021 ini dua program itu akan di selesaikan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Pulau Taliabu, Arwin Tamimi kepada wartawan, di Aula Kantor Bupati Pulau Taliabu, Kamis (5/3/2021) kemarin.

Untuk diketahui, BSPS tersebut bersumber dari dana APBN tahun 2019 sebesar Rp3.052.974.000.

Sementara itu, program BSPS tersebut ditargetkan sebanyak 138 unit yang ditujukan pada 4 (empat) Desa, diantaranya Desa Parigi (Taliabu Timur), sebanyak 48 unit, Desa Wayo (Taliabu Barat), sebanyak 40 unit, Desa Lede (Kecamatan Lede), 25 unit dan Desa Tolong (Kecamatan Lede), 25 unit.

Dari total anggaran 3 miliyar lebih untuk BSPS 2019 tersebut, pencairan baru di angka 70%, sementara anggaran 30% dengan jumlah Rp915.892.200 masih terkandas di kas daerah.

Selain itu, untuk bantuan PRKS tahun 2020 kemarin, anggarannya sendiri bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, sebesar Rp41 miliyar.

Dari jumlah sebesar itu, pencairan anggaran baru sebesar 25%. Dimana PKRS tersebut difokuskan untuk pengerjaan 163 unit rumah pada 7 Desa di Pulau Taliabu.

Penulis : HVD | YES