IBC, TALIABU – WA Ode Syahripa merupakan seorang guru kontrak di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Taliabu Selatan tepatnya di Desa Pencado, akhirnya beralih profesi menjadi penjual Es Pisang Ijo.

Pada profesi barunya ini, Wa Ode harus melangsungkan kebutuhannya sehari-hari dimana, ia harus menghidupi 2 (dua) anak balam-nya (satu anaknya laki-laki satunya perempuan – red).

Mirisnya, hal tersebut adalah imbas dari kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu yang menekankan bahwa, seluruh tenaga honorer daerah (honda) harus dirumahkan alias diliburkan sementara hingga memasuki 3 bulan 2021 ini.

Wa Ode mengakui, sejak kebijakan tersebut dijalankan, ia harus bangkit menjalani kehidupannya meski tidak lagi mengajar kepada anak-anak didikannya.

“Alhamdulillah meski tidak mengajar di SMP, tapi saya dan keluarga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menjual es pisang ijo,” kata Ibu dua anak itu saat ditemui IBC di depan rumahnya untuk lokasi usahanya di Desa Pencado, Rabu (10/3/2021).

Sementara itu, untuk pendapatan perbulannya menjual tersebut, berkisar Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah). Namun jika dibandingkan dengan gaji kontrak gurunya, Wa Ode perbulannya menerima Rp1.100.000 (satu juta seratus ribu).

“Kalau Guru kontrak gaji lumayan besar kalau dibanding menjual,” terang Sarjanawati S.Pd asal Pencado itu.

Meski begitu, pendapatan yang dihasilkan melalui usaha kecil tersebut, tetap disyukurinya.

“Saya tetap bersyukur dengan penghasilan yang ada saat ini,” tuturnya.

Penulis : HVD | YES