IBC, TALIABU – Proyek pembangunan Food Court (Tempat penjualan variatif) terkesan mogok kerja alias mangkrak, tepatnya di wilayah Ibu Kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Pasalnya, proyek tersebut menimbulkan rasa penasaran antara dua lembaga yakni DPRD dan Disperindagkop dan UKM Pulau Taliabu.

Kedua lembaga tersebut, kini tidak hanya terpusat menyoalkan pembangunannya, akan tetapi mempertanyakan soal anggaran pada proyek tersebut yang telah dialokasikan sejak tahun 2020 kemarin.

Salah satu anggota komisi III DPRD Pulau Taliabu, Marleni Hi. Asidu, terkejut dengan pembangunan 2020 tersebut tanpa penyelesaian.

“Padahal pekerjaan ini sudah dianggarkan sendiri, tapi kenpa masih bisa tidak selesai juga, terus anggarannya dikemanakan,” tanya Marleni sontak penasaran, seperti dilansir Sidikkasus.com, Sabtu (13/3/2021) kemarin.

Politisi perempuan Fraksi Gerindra itu juga, tidak segan-segan menyoroti pihak Dinas yang berwenang soal bangunan food court tersebut.

“Anehnya, dinas terkait membiarkan proyek tersebut,” ujar Marleni.

Menjawab hal tersebut, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Peridagkop dan UKM) Pulau Taliabu, Muhlis Soamole, mengakui, anggaran penyebab terkendalanya pembangunan food court.

Muhlis mengatakan, prospek pembangunan tersebut dikerjakan sudah sampai ke tahap 70-80%.

“Tinggal tutup seng (atap), lantainya dan dinding setengah,” kata Muhlis.

Selanjutnya, Muhlis menerangkan tinggal menunggu pencarian dari pihak keuangan, namun tahun ini, target pembangunan food court bakal didiselesaikan.

“Saya sudah koordinasi dengan kontraktor, untuk segera diselesaikan pekerjaan itu secepatnya,” terangnya.

Berdasarkan informasi sistem LPSE Kabupaten Pulau Taliabu, food court merupakan perencanaan pembangunan tahun 2020, proyek tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan CV. Nusa Haya Taliabu. Sementara untuk anggaran food court sendri bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, sebesar Rp359.500.000.

Penulis : HVD | YES