IBC, PALEMBANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gelar Pelantikan Pengurus Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Etik Daerah (DED) Kota Palembang masa bakti 2021-2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa dan bertempat di Hotel Harper Palembang, minggu (14/3/2021)

Ratu Dewa mengatakan bagimana kita ketahui PKS merupakan organisasi politik disamping itu juga organisasi syiar dakwa.

“Semoga dengan kepengurusan baru ini bisa bersinergi dengan pemerintah kota Palembang baik untuk tataran organisasi maupun program-program yang disampaikan,” ucapnya

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumsel Ustadz Muhammad Toha juga mengatakan pelantikan ini bagian dari konsolidasi PKS dimana DPW Sumsel melantik yang ke-9 dari 17 (tujuh belas) kabupaten kota se-Sumsel dalam satu bulan ini.

“Dengan pelantikan ini kita harap semakin solid para pengurus PKS Kota Palembang untuk bekerja melayani membela rakyat dan segera melaksanakan rapat kerja daerah untuk menentukan program-program prioritas tahun pertama dan tahun selanjutnya,” harap Ustadz Muhammad Toha.

Ditempat yang sama Ketua DPD Ustadz Baharuddin mengatakan program pertama yang dilakukan setelah pelantikan adalah membangun soliditas, membangun tim dan menyusun rencana pemenangan sesuai dengan amanah musyawarah daerah (musda)

“Yaitu mengoptimalisasi struktur sampai ketingkat ranting, menumbuhkan jumlah kader baik secara kualitas maupun kuantitas, meningkatkan elektabilitas partai bahwa PKS adalah pro rakyat dan memenangkan pilek 2024 serta mengusung kader terbaik PKS menjadi walikota dan wakil walikota Palembang,” ujar Ustadz Baharuddin.

Terakhir Ia menambahkan untuk kemenangan pemilu 2024 mendatang menaikan target menjadi 17 persen dimana pemilu sebelumnya 2019 target kemenangan PKS 10 persen.

“Menurut survey kompas 50 persen tidak percaya dengan pemerintah sekarang artinya 50 persen itu pangsa pasar kita sebagai partai oposisi yaitu PKS, Demokrat, PAN dan bagaimana kita mengkapitalisasi dari 50 persen dan itu juga tergantung dari partai politik masing-masing, mana yang benar-benar oposisi dan mana yang bisa mengkapitalisasi oposisi tersebut sehingga menjadi perolehan suara kita,” tutup Baharudin

Penulis : Zul | YES