IBC, JAKARTA – Pakar Hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar soroti viralnya pelaporan tiga wartawan Radar24 oleh Oknum Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak ke Polisi beberapa waktu yang lalu.

Oknum Jaksa Berlebihan, selayaknya dilaporkan ke Kejagung RI.

Pakar Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar.

Menurut Fickar, sudah selayaknya oknum Jaksa yang melaporkan wartawan tersebut diberikan pemahaman tentang hukum di Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.

Oknum Jaksa di Lebak tersebut sudah berlebihan, sudah selayaknya beliau dilaporkan ke Kejagung,” kata Pakar Hukum dari Universitas Triskati Abdul Fickar Hadjar, dalam rilisnya yang diterima redaksi, Sabtu, (20/03/2021).

Sambungnya, seharusnya oknum Jaksa di Lebak, jika ia merasa dicemarkan laporkan saja ketiga wartawan tersebut ke Dewan Pers, itupun seandainya sudah diselesaikan melalui hak jawab.

“Harusnya Jaksa di Lebak bisa meminta hak jawab untuk dimuat bantahanya pada pers tersebut yang memang dituduh telah mencemarkannya,” jelas dia.

Fickar menyarankan seandainya Jaksa keberatan dalam sebuah pemberitaan, seharusnya menggunakan mekanisme jalur Undang-undang (UU) Pers. Maka kata dia, oknum Jaksa di Lebak tak diperbolehkan merespon pemberitaan tersebut ke ranah pidana.

“Ini ranahnya perselisihan dalam kontek pemberitaan bukanlah privat atau pribadi. Ini konteks institusi pers, jadi forumnya adalah Dewan Pers,” tegas Fickar.

Fickar juga menyebut, seandainya kepolisian menerima laporan atau aduan dari Jaksa di Kejari Lebak, tentunya sangat disayangkan karena penyidik kepolisian yang sudah dibayar oleh uang negara hanya menyelesaikan persoalan seperti ini.

“Saya rasa kepolisian tak akan menerima laporan seperti ini, kasian penyidik kepolisian dibayar hanya untuk menangani kasus ini,” tutup Pakar Hukum ini.

Penulis : FA|YES