IBC, TERNATE – Memperingati hari perempuan internasional (Internasional Womens Day) tepatnya pada 8 Maret 2021, mahasiswa Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (SeOpmi) Halmahera Timur (Haltim), menggelar dialog tentang keperempuanan.

Diskusi yang bertajuk memaknai kemerdekaan perempuan di Indonesia itu, dipandu oleh 2 pemateri yakni Zharueny dan Malisa (PAO GMKI Ternate), turut hadiri 40 lebih mahasiswa Maluku Utara, bertempat di Taman Benteng Orange Ternate, sekira pukul 15:00 wit, Minggu (21/3/2021) sore tadi.

Materi keperempuanan ini juga meruapakan rangkaian program kerja pengurus pada bidang keperempuanan SeOpmi Haltim sebagai diskusi mingguan.

Materi tentang memaknai kemerdekaan perempuan di Indonesia ini, diangkat dari latarbelakang terkait beberapa kasus dilapangan.

“Khususnya, yang dialami oleh sebagian perempuan di Indonesia, bahwa hari perempuan internasional (International Womens Day) pada tahun ini, kami mengambil tema untuk mengampanyekan choose to challenge (memilih untuk menantang),” ucap Sekertaris Jendral (Sekjen) SeOpmi Haltim, Wahono Side kepada wartawan, Minggu (21/3/2021).

Wahono menyampaikan pentingnya tema tersebut sebuah poin bahwa kaum perempuan harus berani mengambil pilihan dan tantangan.

“Pesan dalam kampanye ini adalah melawan ketidaksetaraan, bias, dan stereotip terhadap kaum perempuan. Jugaa siap membantu terwujudnya dunia yang inklusif. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi ajakan positif bagi semua pihak, tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki untuk turut serta menciptakan dunia yang ramah terhadap perempuan,” terangnya.

Berdasarkan catatan tahunan 2020 oleh Komnas Perempuan bahwa, sepanjang tahun 2019 tercatat ada 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan, yang terdiri dari 421.752 kasus yang ditangani Pengadilan Agama, 14.719 kasus yang ditangani Lembaga Mitra Pengada Layanan di Indonesia, dan 1.419 kasus dari Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR) Komnas Perempuan.

“Dari data tersebut, maka tema memaknai memaknai kemerdekaan perempuan di indonesia, perlu di diskusikan,” jelas Wahono.

Adapun arah kajiannya sebagai berikut;
a). Mengungkap makna kemerdekaan bagi perempuan yang sesungguhnya, yang suci bersih tidak terkotori nafsu, dengan begitu peserta akan tersadarkan tentang makna dan arti kemerdekaan yang seharusnya bagi perempuan di Indonesia.
b). Memberikan penjelasan tentang data tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.
c). Memberikan penjelasan tentang adab hubungan antara laki-laki dan perempuan
d). Menumbuhkan kesadaran dari para peserta tentang pentingnya kemerdekaan bagi perempuan di Indonesia.

Penulis : HVD | YES