IBC, JAKARTA – Lemahnya sosialisasi vaksinasi kepada warga Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas, disinyalir menjadi sebab rendahnya kepesertaan lansia dalam vaksinasi yang dilaksanakan dinas kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Padahal program vaksinasi ini menjadi andalan pemerintah dalam upaya mengendalikan angka positif Covid dan dampak Covid-19.

“Akibat lemahnya sosialisasi vaksinasi Covid-19 ini, masih banyak warga DKI Jakarta yang lansia menolak untuk divaksinasi. Penolakan ini disebabkan, warga DKI Jakarta lebih banyak menerima informasi hoax terkait vaksin Covid-19 melalui media sosial, dan makin parah karena Dinkes DKI Jakarta ternyata juga tidak melakukan sosialisasi ke warga,” tegas Ketua Jaringan Alumni Aktivis Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (KOMRAD) 98, Emi Sulyuwati, dalam siaran persnya kepada media, Senin (22/3/2021) di Markas Jaringan Alumni Aktivis KOMRAD 98, Pejaten, Pasar Minggu.

Adhe panggilan akrabnya mengatakan, dari hasil pemantauan di beberapa wilayah DKI di dapat temuan tidak ada sosialisasi terkait vaksin Covid 19 ke warga DKI Jakarta. Baik secara tatap muka maupun dengan alat peraga berupa selebaran atau famlet.

“Warga lansia hanya didata oleh RT (Rukun Tetangga – red) atau kader dasa wisma, setelah itu mendapat warga lansia yang terdata mendapat undangan melalui oral untuk diajak ke tempat pelaksanaan vaksin. Tidak ada penjelasan sama sekali ke warga terkait apa itu vaksin covid-19, apakah aman untuk lansia, dan bagaimana jika timbul efek samping setelah di vaksin” jelas Adhe yang merupakan Kordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa KOMRAD melawan ORBA.

Bukti paling kuat, Adhe menyampaikan adalah ibunya sendiri, yang tidak pernah disosialisasikan informasi terkait vaksin Covid-19.

“Ibu saya sendiri sampai sekarang belum tahu apa manfaatnya vaksin untuk lansia, terus bagaimana jika ada penyakit bawaan, apakah aman atau tidak. Hanya diberitahu jadwal vaksinasinya saja dan diminta datang ke lokasi pelaksanaan vaksin” ceritanya.

Beruntung dirinya banyak mengakses informasi yang valid terkait vaksinasi Covid-19 sehingga bisa menjelaskan kepada ibunya.

“Sehingga wajar jika kepesertaan vaksinasi lansia yang dilaksanakan di DKI Jakarta rendah angka kepesertaannya,” jelas Adhe.

Selanjutnya Adhe juga mempertanyakan kinerja Kepala Dinkes DKI Jakarta dalam hal lemahnya sosialisasi vaksinasi ke warga lansia Jakarta. Ia menilai kepala Dinkes DKI Jakarta tidak dapat menangkap dan merealisasikan target pemerintah dalam sukses vaksinasi Covid-19.

“Gaji besar, tunjangan besar tapi kerja tidak maksimal, buang-buang uang pemerintah saja. Harusnya dengan gaji besar dan tunjangan besar, Kepala Dinkes DKI Jakarta bekerja dengan cerdas, jangan hanya terima beres begitu dilapangan berantak teru kelabakan dan melakukan tambal sulam. Anda itu kepala dinas kesehatan bukan kepala pemadam kebakaran” kecam Adhe kepada kadis kesehatan DKI Jakarta.

Penulis : DS | YES