IBC, PELALAWAN – Pencemaran lingkungan yang terjadi pada Selasa (23/3/2021) malam yang diduga disebabkan oleh sebuah perusahaan terbesar di Asia tenggara hingga sebabkan ratusan ekor ikan air tawar di sungai Kampar desa Sering kecamatan Pelalawan tersebut mati seketika.

Menurut pengakuan masyarakat setempat yang saat itu turun kelokasi waterintake PT. RAPP mengatakan bahwa suhu air pada saat itu berada pada suhu panas dan mengeluarkan bau menyengat. Alat pendeteksi suhu yang digunakan pada saat kejadian menunjukan angka 115° Celcius.

Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan lakukan kunjungan kerja ke perusahaan penghasil bubur kertas tersebut pada hari Kamis ini terkait pencemaran air.

“Kita komisi dua DPRD Pelalawan akan turun ke lokasi, sudah kita Surati pihak RAPP bahwa kita akan lakukan kunjungan kerja pada Kamis siang ini,” kata Baharuddin. SH selaku ketua DPRD Pelalawan kepada Biro IBC Pelalawan, Kamis , (25/3/2021) melalui Whats’App.

Berdasarkan data yang IBC miliki, bahwa peristiwa matinya ikan jenis air tawar di Sungai Kampar Desa Sering tidak terjadi baru kali ini saja. Namun beberapa tahun silam hal serupa sudah pernah terjadi pada Maret 2018 lalu.

Kepercayaan publik terhadap DLH Kabupaten Pelalawan lagi-lagi dipertaruhkan. Harapan hasil uji laboratorium yang notabene sebagai penentu dalam pemberian sanksi, bisa dipublikasikan kepublik secara transparan dan akuntabel.

Penulis : Faisal | YES