IBC, SANANA – Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Sula (Polres Kepsul) telah menetapkan empat orang tersangka pengeboman ikan di Pelabuhan Tamping, Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu.

“Keempat orang pelaku berinisial DL, SWA, SAS, dan D di tangkap pada taggal 25 Februari 2021 oleh anggota Polairud dan Anggota Polsek Talbar akibat melakukan illegal fishing menangkap ikan dengan bahan peledak,” ungkap Kasat Polair, IPDA. Sofyan pada saat konferensi pers yang berlangsung di kantor Polres Kepsul. Jumat, (26/3/2021).

Sofyan mengatakan pelaku ditangkap di Pelabuhan Tamping dengan barang bukti satu buah fiber dan beberapa bahan peledak yang digunakan untuk mengebom ikan.

Atas tindakan ini keempat pelaku berinisial DL, SWA, SAS dan D harus mempertanggungkan perbuatannya. Dan pelaku melanggar Undang undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo pasal 85 Undang undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo pasar 55 ayat (1) KUHPidana.

“Sesuai dengan ancaman hukuman yang ada dalam undang undang, mulai dari pasal 4 itu ancamannya enam tahun penjara, tapi itu pun tergantung keputusan hakim,” jelas Kasat Polairud.

Menurutnya, unsur pasal ini juga terpenuhi karena para tersangka tersebut melakukan tindak pidana dimaksud dalam keadaan sadar dan mengerti tentang apa yang mereka lakukan di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia.

“Unsur pasal ini telah terpenuhi berdasarkan fakta-fakta dan barang bukti yang ditemukan, keterangan para Saksi, Ahli, serta pengakuan para tersangka dalam perkara ini bahwa mereka (para tersangka) pada saat ditangkap telah melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia dengan menggunakan bahan peledak, alat dan atau cara yang dapat merugikan dan atau membahayakan kelestarian Sumber Daya Ikan dan atau Lingkungannya,” beber Sofyan.

Dirinya menambahkan unsur pasal ini juga terpenuhi berdasarkan fakta-fakta, keterangan para saksi, surat keterangan hasil pemeriksaan laboratorium pengujian mutu hasil ikan Provinsi Malut di Ternate terhadap B8 ikan dan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik di Makassar terhadap BB bahan peledak serta pengakuan dari para tersangka.

“Dalam perkara ini bahwa ikan tersebut ditangkap dengan menggunakan bahan peledak yang membahayakan kelestarian Sumber Daya ikan dan atau lingkungannya,” tambah Sofyan.

Terakhir Sofyan menegaskan apa yang dilakukan oleh para tersangka juga sangat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan sesuai dengan Keterangan Ahli Perikanan.

“Berdasarkan pasal yang ditentukan, tersangka terancam mendapatkan hukuman enam tahun penjara. Meskipun demikian, hasil akhirnya akan berada pada keputusan hakim,” pungkasnya tegas.

Penulis : Sarif | YES