IBC, SUMSEL – Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) gelar sidang Sinode Am ke- XVI tingkat nasional dengan mengusung tema “Apabila Enggkau Mengirim Roh-mu, Mereka Tercipta dan Engkau Membaharui Muka Bumi” dan dihadiri staf ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) bertempat di Hotel Winer Palembang, Jum’at (26/3/2021).

Staf ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM Nelson Firdaus mengatakan GPKB mengadakan sidang Sinode Am untuk membahas Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan mengganti kepengurusan baru.

“Oleh sebab itu kita berharap nantinya didapat kepengurusan baru yang sudah mewakili secara keseluruhan dapat bersinergi kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) agar dapat memberikan kontribusi yang positif yaitu pemikiran-pemikiran bagi pembangunan di Provinsi Sumsel sesuai dengan visi misi Gubernur sumsel,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator keamanan Sidang Sinode Banggas Hutapea mengungkapkan GPKB sudah berdiri dari tahun 1927 berpusat di Jakarta dan di Kota Palembang Provinsi Sumsel GPKB berdiri tahun 1928 yang berpusat di Taman Siswa dan berkembang hingga sekarang berdiri 9 (sembilan) Gereja.

“GPKB di Kota Palembang hingga sekarang berdiri 9 (sembilan) Gereja dengan jumlah sekitar 1500 jemaat dari berbagai marga yang berasal dari Batak yaitu Karo, Simalungun, Pakpak, dan Toba dengan mayoritas kristen protestan,” ungkap Banggas Hutapea.

Masih ditempat yang sama Ketua Panitia Sidang Sinode Am GPKB Rasimin Tarihoran juga mengatakan menjelaskan bahwa pergantian kepengurusan GPKB dilakukan 5 (lima) tahun sekali dan tahun 2021 akan dilaksanakan pergantian kepengurusan baru ditingkat nasional yang ke-16 dengan calon kandidat ketua 3 sampai 5 orang.

“Untuk ketua baru terpilih nanti bagaimana supaya lebih bagus kedepan pelayanan mereka dan bisa bersentuhan dengan jemaat dari tingkat bawa sampai tingkat atas,” imbuh Rasimin.

Terakhir Rasimin menuturkan bahwa GPKB menjalin kerukunan beragama dimanapun gereja kita berada dengan cara melakukan sosialisasi terhadap tetangga yang berada disekeliling gereja GKKB

“Oleh karena itu jeemaat kita diajarkan dari gereja oleh pendeta sehingga jemaat kita bisa mengerti mana yang baik dan buruk dirumah maupun diwilayah sekeliling gereja,” tutupnnya.

Penulis : Zul | YES