IBC, SUMSEL – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumsel gelar Pelatihan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKMU) 26-28 maret dibuka oleh Gubernur Sumsel nertempat di Asrama Haji Palembang, Jum’at (26/3/2021).

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa diidentik dengan warna saja atau asesorisnya yang hijau tetapi NU itu anggotanya berilmu yaitu ilmu agama, ilmu kemasyarakatan, dan ilmu mengelola keluargannya khususnya bagi kader Muslimat karena peran Pendidikan anak ada pada seorang Ibu.

“Maka nantinya setelah selesai pelatihan pengkaderan ini tentu tidak mungkin sertifikat digantung didadanya dan untuk menunjukkan bahwa Muslimat sudah melaksanakan pelatihan pengkaderan dengan perilaku dan keteladanan maka saya sangat berharap kepada kader Muslimat minimal dapat mendidik anaknya dan lingkungannya agar menjadi manusia-manusia Indonesia yang menguasai Informasi Tehnologi (IT) dengan tetap berahlakul karimah,” imbuhnya.

Ketua PW Muslimat Sumsel Hj Failasufah menuturkan bahwa pelaksanan pelatihan MKMU dengan tujuan memberikan tambahan bekal kepada pimpinan-pimpinan pengurus wilayah, cabang, anak cabang dan anak ranting dan jika sudah siap selanjutnya Pelatihan MKMU dilaksanakan untuk seluruh Pengurus Muslimat se-Sumsel.

“Yang jelas untuk sekarang mereka yang ikut pelatihan MKMU sudah punya bekal bagaimana menjadi seorang Muslimat NU sebenarnya baik dalam pergaulan maupun bermasyarakat sehingga dengan demikian orang lain yang belum masuk dalam Muslimat mengerti bahwa muslimat Seperti ini dimana NU itu merupakan organisasi islam yang diharapkan untuk bisa rahmatan lilalamin yaitu memberi kasih sayang kepada semuanya,” ujarnya.

Terakhir ia mengungkapkan bahwa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Muslimat 29 Maret 2021 kami hiasi dengan santunan anak yatim dan kaum duafah dengan cara langsung diantar kerumah masing-masing sesuai dengan data-data yang kita dapat dari rutinitas Muslimat se-Sumsel

“Dimana setiap hari jum’at Muslimat memberikan sedekah nasi secara rutin kepada panti jompo, kaum duafah, tukang parkir dan tukang sapu jalan dengan jumlah yang tidak sama karena tergantung dari jumlah sedekah kawan-kawan,” tutup Failasufah

Penulis : Zul | YES