IBC, SULA – Memasuki tiga bulan berjalan, sejak Januari hingga Maret 2021 ini, Pejabat Kepala Desa Pas Ipa, Zainudin Gani, dikabarkan berkantor diluar di Ibu Kota Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Keberangkatan Zainudin selaku nahkoda di Desa Pas Ipa, Mangoli Barat itu, melemahkan kepercayaan masyarakat setempat.

Bagaimana tidak, Zainudin sendiri merupakan warga asli Desa Pas Ipa, namun terkesan kelam untuk mengembangkan Desa tersebut.

Muhatir Wowor, selaku pemuda Desa Pas Ipa menilai, kepemimpinan di masa Pj Kades yakni Zaindun tersebut, jauh dari ekspektasi yang diimpikan.

“Anggapan kami sangat melenceng, kiranya kami bahwa Pejabat Kades Pas Ipa bisa melihat kondisi negerinya sendiri, tapi sampai saat ini Pejabat Kades keluar daerah dan tak kunjung balik ke kampung halamannya sendiri,” ucap Muhatir kepada wartawan via whatsapp, Sabtu (27/3/2021).

Muhatir menegaskan, dalam ego kepemimpinan, sebenarnya Pj Kades yang lahir dari jazirah Pas Ipa sendiri, seyogianya mampu mengawal perubahan.

“Sebagai pemimpin harus memberikan contoh yang baik dan benar-benar di inginkan oleh masyarakat, apalagi anak negeri Desa Pas Ipa itu sendiri,” tegasnya.

Selanjutnya Muhatir bilang, Pj Kades Pas Ipa tersebut, tidak memperdulikan warga Desanya hingga asik bersantai di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Tanpa ada kepedulian terhadap rakyat dan desanya sendiri, bukan malah membangun Desa, tapi membiarkan Desanya terlantar selama 3 bulan ini bagaikan bang toyib,” bebernya.

Sebagai pemuda, Muhatir tak henti-henti mengerahkan semprotannya ke Pj Kades tersebut.

Ia meminta, agar Pj Kades kembali ke Desa Pas Ipa dan menjalankan tugasnya sesuai amanat regulasi.

“Saya bersama masyarakat berharap kepada pejabat, supaya jangan jadikan rakyatnya dan desanya sendiri seperti orang asing yang tidak di cintai dan di sayangi,” pintanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Pj Kades Pas Ipa, Mangoli Barat, Zainudin Gani, belum berhasil dikonfirmasi atas agenda keluar daerahnya selama tiga bulan tersebut.

Penulis: HVD | YES