IBC, JAKARTA – Pengamat Ekonomi Gede Sandra mengatakan bahwa ada pejabat yang mengatakan bahwa impor beras adalah strategi untuk melawan “mafia” ini jelas mengada-ada.

“Ini jelas mengada-ada. Sejak masa pemerintahan Bung Karno hingga saat ini, lisensi atau kuota impor pangan selalu menjadi bancakan dari para politisi pemburu rente bersama kroni pengusahanya. Nanti lisensi impor ini djual si politisi keturunan Melayu/Jawa (Ali) kepada kroninya, si pengusaha keturunan Tionghoa (Baba),” ungkapnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima IBC di Jakarta, Jum’at (26/3/2021).

Pada era pemerintahan Gus Dur, Gede menyampaikan bahkan ada pejabat di kabinet dipecat karena membocorkan informasi dari dalam kabinet tentang rencana impor beras kepada pengusaha yang tak lain adalah kerabat si pejabat.

“Baru pertama kali dalam sejarah Indonesia ada pejabat dipecat dari kabinet karena impor beras,” ujarnya.

Menurut Gede sebenarnya impor beras bagi negara yang memang belum mengalami swasembada pangan adalah normal saja. Hanya memang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

“Yang terpenting adalah impor beras jangan dilakukan menjelang panen. Boleh dilakukan impor beras tapi harus setelah masa panen (Maret-April). Kalau bisa sampai seluruh produksi petani Indonesia terserap, dan ternyata masih kurang, barulah kita lakukan impor beras,” ungkapnya.

Gede memeparkan produksi padi tertinggi selalu terjadi pada bulan Maret-April (puncak pertama), kemudian menurun sedikit pada Mei-Juni, naik sedikit pada Juli-Agustus (puncak kedua), melandai turun di September Oktober, sampai akhirnya menurun kembali di November-Desember ke level produksi seperti awal tahun.

“Berdasarkan pola tersebut, tergambarkan, bahwa waktu yang tepat untuk melakukan impor beras bukan pada saat Maret-April dan Juli Agustus. Karena bila impor beras dilakukan pada saat itu, yang akan terjadi adalah kejatuhan harga gabah petani. Akan lebih baik bila rencana impor itu ditunda hingga bulan Mei atau Juni. Atau yang lebih ideal lagi, impor ditunda hingga bulan November atau Desember,” jelasnya.

Selanjutnya >>>