IBC, JAKARTA – Terjadi ledakan yang diduga bom di sebuah Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Dari hasil pengamatan sementara dua pelaku menggunakan kendaraan motor roda dua jenis matic dengan nomor polisi DD 5984 MD mencoba masuk Gereja Katedral dan akhirnya meledakkan diri di pintu masuk gereja.

“Dilihat dari karakteristik dan model aksinya, kemungkinan besar pelaku berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah. Kemungkinan ini berdasar atas model aksi yang sama dengan teror di Gereja Surabaya dan Polrestabes Medan,” ungkap analis intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta melalui keterangan tertulisnya yang diterima IBC, Minggu (28/3/2021).

Menurut Stanislaus model ini terjadi lagi mengingat penegak hukum sedang sangat intens memberantas jaringan teror.

“Sehingga aksi ini terjadi kemungkinan sebagai bentuk balas dendam atau perlawanan, selain itu juga sebagai bentuk reaksi karena semakin terdesaknya kelompok tersebut oleh aparat keamanan,” ujarnya.

Selanjutnya Stanislaus menegaskan aksi ini bisa juga sebagai pesan dari kelompok teror yang semakin terdesak bahwa mereka masih eksis.

“Aparat penegak hukum yang sedang menangani peristiwa ini diharapkan dapat segera mengungkap siapa kelompok dibalik peristiwa ini dan menumpas jaringannya,” tegasnya.

Terakhir dirinya menyampaikan intelijen terus melakukan upaya pencegahan terbukti dengan adanya pennagkapan pada 2020 sebanyak 228 orang dan pada 2021 ini lebih dari 49 orang teroris ditangkap.

“Tetapi memang kelompok teroris ini bergerak secara underground dan jumlahnya banyak sehingga peluang terjadinya masih besar. Namun tentu saja tidak bisa disebut bahwa intelijen lemah atau gagal,” tandas Stanislaus.

Penulis : DS | YES