IBC, SERPONG – Terkait pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja yang masuk dalam program nasional, pemerintah masih terkendala pembebasan lahan, sebab menurut salah satu perwakilan warga yang menyampaikan kepada awak media, bahwa masih belum ada kesepakatan kedua belah pihak, terkait harga lahan yang belum sesuai dengan harapan warga Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

“Masih belum ada kesepakatan antara kami dengan pihak-pihak terkait, karena belum sesuai harga yang kami harapkan,” ungkap salah satu perwakilan warga yang enggan menyebutkan namanya, saat dimintai konfirmasinya di Cilenggang Serpong, Tangerang Selatan, Jumat malam, (26/3/2021).

Kendati demikian, warga tidaklah menolak pembangunan jalan tol tersebut, atau melawan aturan yang berlaku, “Kita tidak menolak pembangunan tapi tolong harga ganti untung bukan ganti rugi,” ujarnya.

Maka warga Cilenggang mengharapkan adanya pertemuan atau duduk bersama untuk bernegosiasi perihal harga yang telah diajukan sebelumnya kepada pihak-pihak terkait. “Itu pun tidak baku, masih bisa dirundingkan bersama,” imbuhnya.

Selain itu juga, warga Cilenggang yang lahannya masuk dalam perencanaan pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja tersebut, berharap persoalan ini dapat menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, DPR dan MPR RI.

Oleh karena itu tambah dia membeberkan, bahwa pembebasan lahan itu seharusnya sejak tahun 2012 sampai 2016 sudah selesai, namun kata warga, kenapa sampai sekarang belum juga selesai, sudah deadline. “Pemerintah pusat harus tahu, presiden Jokowi harus tahu, DPR-MPR harus tahu,” tukasnya.

Penulis : RR|MA