IBC, PELALAWAN – Kuasa hukum Fatiziduhu, korban dari jual-beli lahan yang diduga melibatkan oknum kepala desa di Kecamatan Pangkalan Kuras pada dua tahun silam kembali menanyakan progres laporan pihaknya pada tanggal 16 Februari lalu di unit 3 Polres Pelalawan.

Tim hukum Akbar Ramadhan mengatakan pihaknya masih berusaha sabar menunggu perkembangan proses laporan pihaknya yang hingga saat ini kabarnya belum berjalan.

“Ia kita masih sabar menunggu perkembangannya, klien kita sudah diperiksa, tapi sepertinya terlapor MI masih belum dipanggil juga,” kata Akbar Ramadhan kepada Biro IBC melalui telepon pada Senin (29/3/2021) siang.

Menurut keterangan tim kuasa hukum Fatiziduhu, pada 2019 lalu antara kliennya dengan pihak kepala desa sempat membuat Surat Perjanjian pengembalian uang senilai lahan yang diperjualbelikan seluas 30 hektar.

“Pada 17 Januari 2019 tim kepala desa dan fonora membut perjanjian akan mengembalikan uang klien kami pada tanggal 30 April 2019, namun janji tersebut belum ditepati,” tandasnya lagi.

Kepala unit 3, Diki ketika dikonfirmasi terkait adanya laporan terhadap oknum Kades MI menerangkan akan memeriksa data laporan.

“Nantik saya periksa dulu ya bang,” jawabnya melalui pesan WhatsApp kepada Biro IBC Pelalawan, Senin (29/3/2021) siang.

Penulis : Faisal | YES