IBC, TALIABU – Akibat tak cairnya anggaran proyek pembangunan tanggul di Desa Pencado Taliabu Selatan, Kontraktor akhirnya menjual material (semen).

“Iya, itu belum dicairkan (anggaran – red) sedikitpun, ini masih pakai modal sendiri,” ucap Kontraktor Ibrahim saat dihubungi wartawan, Selasa (30/3/2021) seperti dilansir Indonesiasatu.co.id.

Diinformasikan, pembangunan tanggul tersebut dimulai sejak April 2020 kemarin, hanya karena dimungkinkan adanya kendala, proyek pembangunan tanggul di Desa Pencado itu dilaksanakan pada September 2020.

Mirisnya, pembangunan yang dimaksud diduga tidak berdasarkan proyeksi. Dimana, pembangunan proyek rehabilitasi pengaman sungai Desa Pencado tersebut dikerjakan langsung oleh PT. DSM yang bersumber dari APBN sebesar Rp4.577.744.300, dengan
nilai pagu Rp.4.891.121.000.00 dan nilai Hps: Rp.4.889.519.590.02.

Terkait hal itu, mengharuskan seorang pemuda Desa Pencado, Taufik La Dee, akhirnya melayangkan kiritkannya.

Ia menyebutkan, tak selesainya pembangunan tanggul itu, merupakan aib bagi Pemerintah Daerah.

“Nampak jelas bobroknya pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif, terlihat sekian banyaknya pembangunan di Taliabu yang hampir semuanya terbengkalai,” kritik Taufik.

Penulis : HVD | YES