IBC, TALIABU – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu, Hasanudin, mengungkapkan, soal proyek pembangunan tanggul di Desa Pencado tersebut belum di motoring.

“Jadi pembangunan tanggul Desa Pencado ini kami belum bisa cerita (tanggapan), karena terus terang saja itu kami belum pernah turun (pantau) langsung ke lokasi,” ungkap Hasanuddin kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (31/3/2021).

Hasanuddin mengakui, pihaknya hanya mengetahui bahwa saat ini, pembangunan tanggul mogok kerja akibat terkendalanya anggaran.

“Hanya kami sekedar baca (berita – red) bahwa tanggul itu sampai sekarang belum ada suntikan dana dari pemerintah daerah, mereka masih pakai anggaran sendiri menurut Pak Ibrahim (kontraktor – red) itu,” akunya.

Dari tanggapan tersebut, Komisi III DPRD Taliabu terkesan lemah menjalankan fungsi pengawasannya terhadap beberapa masalah pembangunan yang sementara berlangsung.

Diinformasikan, mogok kerja pembangunan tanggul di Desa Pencado Taliabu Selatan ini, diakibatkan seluruh mobil pekerjaan (alat berat) yang dikontrak untuk mengerjakan tanggul tersebut telah dikembalikan ke pemiliknya.

Dengan alasan, kontrak pekerjaannya telah selesai. Dilain sisi, pihak kontraktor pembangunan tanggul tersebut dikarenakan anggarannya belum dicairkan.

Perlu diketahui, pembangunan tanggul itu dilangsungkan sejak April tahun 2020 lalu sesuai proyeksinya, itu dikerjakan oleh PT. Damai Sejahtera Membangun (PT. DSM).

Sementara anggaran tanggul tersebut bersumber dari APBN, sebesar Rp4.577.744.300, dengan
nilai pagu Rp.4.891.121.000.00 dan nilai Hps: Rp.4.889.519.590.02.

Penulis: HVD | YES