IBC, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang lebih dikenal BPJAMSOSTEK berkomitmen penuh mendukung percepatan cakupan program pemerintah dalam pengendalian Covid-19 dengan memberikan vaksin kedua kepada 2.766 karyawan sesuai anjuran Kemenkes RI yakni minimal 14 hari setelah pemberian tahap pertama di Graha BPJAMSOSTEK 3-4 April 2021.

Selanjutnya Abdur Rahman Irsyadi Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, atau yang akrab dipanggil Ari mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah yang sudah ditetapkan pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“Pemberian vaksin kedua kepada karyawan ini sama dengan pelaksanaan yang pertama lalu, dilaksanakan pada hari libur sehingga tidak menggangu layanan kami kepada peserta,” tutur Ari melalui keterangan tertulisnya yang diterima IBC di Jakarta, Minggu (4/4/2021).

Ari menjelaskan, perlu dilakukan intervensi agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan yang disiplin.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh unit kerja BPJAMSOSTEK untuk proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau dinas kesehatan setempat agar mendapatkan vaksinasi, mengingat karyawan kami melayani peserta di seluruh Indonesia sehingga memiliki risiko terpapar cukup tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya berpesan, seluruh karyawan agar selalu mengingat jargon “Vaksin ampuh protokol (kesehatan) tetap patuh”.

“Yang bermakna bahwa vaksinasi menjadi salah satu upaya manajemen untuk melindungi karyawan tertular Covid-19 di lingkungan tempat kerja, namun tetap harus dibarengi penerapan protokol kesehatan 5M secara disiplin,” pesan Ari.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan vaksinasi ini, BPJAMSOSTEK bekerjasama dengan berbagai instansi, seperti Kemenkes RI, tim vaksinator dari RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) dan RS Bhakti Mulia, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Puskesmas Mampang, Puskesmas Setiabudi, Klinik Nayaka, serta tim tim gawat darurat dari RS Medistra.

Ditambah RS Pertamina dan RS Fatmawati sebagai rujukan. Secara spesifik, beberapa unit di Kemenkes RI yang terlibat diantaranya adalah Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Ditjen Pelayanan Kesehatan (Yankes). 

Berbagai persiapan di lokasi kegiatan juga dilakukan untuk memenuhi standar kelaikan pemberian vaksin, diantaranya menyiapkan ruang Emergency, Ruang Observasi, dan ruang tunggu serta lokasi penyuntikan vaksin.

Sugianto selaku PH Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang juga sekaligus selaku koordinator pelaksanaan vaksinasi BPJAMSOSTEK mengingatkan program vaksinasi ini bukan serta merta akan membuat seseorang kebal terhadap Covid-19.

“Oleh sebab itu ditekankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski telah mendapatkan vaksin penuh hingga tahap kedua,” tutur Sugianto.

Menutup keterangannya, Ari mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui Kemenkes RI untuk program vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya karyawan BPJAMSOSTEK, dirinya pun berharap program ini dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi pemerintah agar tujuan mulia untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dapat segera terwujud dan Indonesia segera keluar dari pandemi Covid-19.

“Semoga program ini dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi pemerintah agar tujuan mulia untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity) dapat segera terwujud dan Indonesia segera keluar dari pandemi Covid-19,” tutup Ari sambil berharap.

Penulis : DS | YES