IBC, PALEMBANG – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Purwiastuti Kusumastiwi mengungkapkan bahwa sekolahnya lagi dalam proses persiapan launchingnya pelaksanaan program Satuan Kredit Semester (SKS) pertama kali di sekolah menengah se-Provinsi Sumsel.

Pungki sapaan akrabnya Hj Purwiastuti Kusumastiwi mengungkapkan bahwa SMAN 17 sedang dalam proses launching kurikulum 2013 dengan program SKS dan masih dalam proses perizinan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Kita sudah siap untuk melaksanakan program SKS di SMAN 17 dan kita sudah melaksanakan workshop dibulan Februari dengan narasumber dari SMAN 1(satu) Salatiga dan koordinator bidang SKS Kemendikbud dimana seluruh guru-guru SMAN 17 Kota Palembang sudah dikasih pengarahan untuk pelaksanaan program SKS,” ungkapnya saat diwawancara di ruang kerjanya Kantor SMA N 17 Palembang, Sumsel, Senin (5/4/2021).

Selanjutnya Pungki mengatakan jika sudah diizinkan oleh Kemendikbud maka sebelum tahun ajaran baru sekitar bulan July program SKS di SMAN 17 Kota Palembang akan dilaunching sehingga satu-satunya sekolah menengah di Provinsi Sumsel yang melaksanakan dengan program SKS

“Siswa yang akan melaksanakan program SKS kita lihat dari nilai penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari rengking 1 (satu) sampai 100 (seratus) dan kita seleksi nilai yang terbaik untuk satu sampai tiga bulan belajar sehingga kita tawarkan program SKS ini ke siswa yang berminat untuk mengisi dua kelas,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan untuk proses izin keluarnya melaksanakan program SKS mudah-mudahan tidak lama karena semua ini tidak semudah membalikan telapak tangan oleh karena itu kita butuh dukungan kepala daerah pemerintah provinsi.

“Dengan program SKS ini siswa bisa menyelesaikan studinya dua tahun dan sekarang bagi siswa yang menyelesaikan studinya dua tahun bisa melanjutkan studinya kesekolah kedinasan maupun perguruan tinggi karena perguruan tinggi sudah bisa menerima anak yang studinya selesai 2 (dua) tahun sehingga mudah-mudahannbanyak siswa yang berminat untuk ikut program SKS ini,” jelas Pungky.

Terakhir pungky menambahkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) menteri bahwa untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah boleh dilaksanakan sekolah-sekolah tetapi keputusan terakhir harus ada izin orang tua dan sekolah hanya tinggal memfasilitasi baik daring maupun luring

“Untuk Ujian Satuan Pendidikan (USP) kemarin kita melaksanakan secara luring dan dilihat secara langsung oleh Satgas Covid-19 dimana sebelum pelaksanaan USP kita melapor terlebih dahulu ke Satgas Covid-19 sehingga mudah-mudahan sampai selesai USP gak terjadi apa-apa atau terkena penularan virus Covid-19,” tutupnya

Penulis : Zul | YRS