IBC, TALIABU – Sebanyak 4 (empat) kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur di Pulau Taliabu. Itu tercatat sepanjang Februari dan Maret 2021 bulan lalu.

Dari data yang dirilis oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pulau Taliabu, 2 (dua) kasus yang dialami perempuan dewasa adalah soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sementara 2 (dua) anak di bawah umur merupakan kasus pelecehan seksual.

“2021 ini, yang datang melapor sudah 4 kasus, anak 2 (dua) dan perempuan (dewasa) juga 2 (dua),” ungkap Kepala Dinas DP3A Pulau Taliabu, Muhrida Donsi kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/4/2021).

Dalam informasi yang dihimpun, Muhrida menyampaikan terdapat banyak kasus kekerasan perempuan dan pelecehan seksual terhadap anak yang didamaikan.

“Sebenarnya kalau kasus persetubuhan (pemerkosaan) itu tidak boleh atur damai,” terangnya.

Muhrida bilang, seluruh kasus yang menyangkut hal tersebut, menjadi tugas DP3A untuk melakukan pendampingan hukum.

“Jadi misalnya kalau ada kekerasan dalam rumah tangga harus lapor kesini, kemudian dikembalikan ke mereka korban dan pelaku, jadi kalau mereka mau lanjut kesana (ranah hukum) silahkan tapi kalau tidak, kami disini juga bisa mediasi (kasus tersebut),” tuturnya.

Diketahui, data kasus KDRT dan pelecehan terhadap anak di bawah umur di Pulau Taliabu pada tahun 2019 sebanyak 6 (enam) orang, dan merangkak naik tahun 2020 sebesar 8 (delapan) kasus.

Penulis : HVD | YES