IBC, TALIABU – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pulau Taliabu, Muhrida Donsi, mengingatkan (warning) bahwa, pemukulan terhadap siswa-siswi pada bangku pendidikan, dikategorikan kekerasan anak di bawah umur.

“Apalagi dipikul (diberi hukuman) sampai mengakibatkan sakit kepada anak (siswa), itu termasuk kekerasan,” ungkap Muhrida kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, pemberian hukuman kepada siswa-siswi harus ada fungsi dan manfaatnya.

“Sebaiknya suruh bersihkan ruangan kelas, halaman, ruang toilet maupun sampah (itu dianggap ada manfaatnya),” ucap Muhrida yang juga mantan guru.

Muhrida membedakan, kondisi main tangan kepada siswa-siswi saat ini dan waktu zamannya sekolah dulu, endingnya jauh berbeda.

“Kalau dulu, istilahnya diujung rotan guru itu ada emas (sebagai pembelajaran),” jelasnya.

Ia kemudian menyarankan jikalau terjadi pelanggaran terhadap siswa-siswi, diberikan pembelajaran.

“Karena itu sudah ada aturannya, sebaiknya itu dibina anak (siswa-siswi) itu kalau melakukan pelanggaran atau kesalahan di sekolah,” terang Muhrida.

Penulis : HVD | YES