IBC, JAKARTA – Relawan Anies Baswedan, Abdi Rakyat membantah dengan adanya berita di situs resmi Pemerintah Kota Administratif yang berjudul ‘Baznas Bazis Jakarta Timur Santuni 17 Kepala Keluarga Korban Kebakaran Jatinegara’ yang terbit pada Rabu, 24 Maret 2021.

Menurut salah satu pengurus Abdi Rakyat Kecamatan Cakung Jakarta Timur, Rangga, bahwa pemberitaan tersebut perlu diluruskan. Sebab sampai saat ini korban yang rumahnya rata dimakan api sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun.

“Saya sebagai pendamping warga yang jadi korban kebakaran, sampai sekarang belum melihat adanya bantuan dari pihak manapun. Maka hal itu itu perlu kami klarifikasi,” kata Rangga saat dikonfirmasi melalui selularnya, Rabu (7/4/2021).

Rumah Korban Kebakaran di RW 13, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur. Foto : Ist.

Selain itu ia juga menjelaskan, bahwa pemberitaan di situs Pemkot Jakarta Timur tersebut yang mengatakan adanya 17 Kepala Keluarga yang rumahnya terbakar pun ia klarifikasi, sebab yang diketahuinya selama mendampingi warga hanya 15 unit yang terbakar.

“Bukan 17 tapi hanya 15 unit rumah yang kebakaran. Dari 15 unit itu, hanya 8 rumah yang habis (rata) dimakan api. Sedangkan sisanya 7 rumah hanya terdampak. Tembok-temboknya aja yang kebakar,” imbuhnya.

Sementara itu saat dimintai konfirmasinya, korban yang rumahnya rata dimakan Si Jago Merah, Syamsul mengaminkan pernyataan Relawan Anies Baswedan tersebut. Sebab kata Syamsul, sampai detik ini ia belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun.

Rumah Korban Kebakaran di RW 13, Kelurahan Jatinegara, Jakarta Timur. Foto : Ist.

“Iya betul, sampai saat ini belum ada sama sekali bantuan dari pihak manapun,” ungkap Syamsul.

Senada yang disampaikan Rangga, pengurus Abdi Rakyat Kota Jakarta Timur, Rojali, saat dihubungi pada hari yang sama menyampaikan bahwa para korban kebakaran sepengetahuan dirinya belum ada sama sekali mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Maka Rojali menyampaikan pemberitaan di situs tersebut perlu diluruskan.

“Berita di situs Pemkot Jaktim itu perlu kami luruskan,” papar Rojali saat dihubungi melalui selularnya.

Foto : Ist.

Selain itu kata Rojali, korban kebakaran masih terlantar. Bahkan warga yang direlokasi bukan korban kebakaran melainkan warga di sekitar kebakaran. “Ini akibat ada macetnya dialog dan terkesan warga korban kebakaran digusur dari tempat tinggalnya yang memang area lahan SDA Pemerintah DKI Jakarta,” ungkap Rojali.

Namun lanjut dia, hal itu sangat bertolakbelakang dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang tidak menggusur warga DKI Jakarta.

“Harusnya mengedepankan dialog untuk mencari solusi. Ini malah terbanding terbalik bagi korban kebakaran yang tergusur itu bagaikan kata pepatah yang sudah terjatuh tertimpa tangga pula,” pungkas Rojali.

Untuk diketahui seperti dikutip dalam situs resmi Pemerintah Kota Administratif Jakarta Timur itu, Lurah Jatinegara, Slamet Sihabudin menyampaikan santunannya secara simbolik, kepada 17 Kepala Keluarga yang menjadi korban kebakaran, pada Rabu 24 Maret 2021.

Masih dikutip dari situs resmi yang sama, bahwa Kordinator Baznas Bazis Kota Jakarta Timur, Eka Nafisah, mengatakan sebanyak 15 KK diberikan santuan masing-masing sebesar Rp 3 juta, sedangkan 2 KK lainnya diberikan Rp 2 juta.

Penulis : FA|YES