IBC, TALIABU – Harga cabai rawit di Pasar Bobong Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara dikabarkan naik drastis alias meroket.

Hal itu berdasarkan data yang dikantongi oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Pulau Taliabu, saat melakukan monitoring di Pasar Bobong Pulau Taliabu, sekira pukul 08:00 Wit, Jum’at (9/4/2021) pagi tadi.

“Memang pantauan sampai sekarang ini harga masih diambang normal, ada beberapa item yang mengalami kenaikan secara drastis yaitu rica (cabai),” kata Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pulau Taliabu, Muhlis Soamole,kepada sejumlah awak media, Jum’at (9/4/2021).

Secara normal, harga cabai yang biasa dijual perkilo hanya Rp40 ribu, namun jelang Ramadhan 2021 ini, harga cabai sampai naik 30%.

“Jadi harga rica keriting maupun biasa semulanya itu Rp40 ribu per-kilogram, sekarang lonjakannya naik di angka Rp70-75 ribu perkilo,” jelasnya.

Sementara itu, persoalan melonjaknya harga cabai di pasar Bobong itu, diprediksi karena di daerah penyangga cabai seperti di Luwuk mengalami kendala.

“Faktornya mungkin karena turun hujan (cuaca) dan lainnya, jadi untuk peningkatan untuk sektor rica dia dibawah ambang, mau tak mau stok juga yang ada di sana mengalami penurunan, sehingga hasil panennya ini kurang maksimal, itu mungkin salah satu indikator,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk harga bahan pokok yang lain masih berjalan dipastikan normal.

“Tapi yang menyangkut kebutuhan lain itu masih normal dalam pantauan sementara kami, seperti tomat, bawang minyak goreng dan lainnya,” ucap Muhlis.

Olehnya itu, kata Muhlis, pihaknya akan melakukan monitoring soal harga saat bulan Ramadhan hingga lebaran nantinya.

“Dipastikan bulan Ramadhan ini juga intensitas untuk pengawasan pengendalian (harga) tetap jalan,” tegasnya.

Penulis : HVD | YES