IBC, MALINAU – Diguyur hujan selama lima jam terakhir, RT. 1 di Desa Belayan, Kabupaten Malinau terendam.

Hujan yang turun sejak jam 6 pagi hingga jam 10 pada hari Sabtu, (10/4/2021) itu membuat sungai semendurut banjir hingga meluap ke area pemukiman warga.

Berdasarkan keterangan Ketua RT 1 Desa Belayan, Yosep Lagan mengatakan bahwa peristiwa banjir yang terjadi saat ini di wilayahnya, volume ketinggian air sudah mencapai lutut kaki orang dewasa.

Dirinya memperkirakan ketinggian air bakal naik apalagi dicuaca mendung dan hujan.

“Sudah selutut, cuaca nya mendung juga ini bisa naik kalo hujan terus” ujar yosep lagan saat dihubungi IBC Kaltara, Sabtu (10/4/2021) sore.

Menurut Yosep, RT 1 di Desa Belayan kerap jadi langganan banjir saat musim penghujan.

“Kalau waktu musim penghujan pasti banjir karena daerahnya rendah dan di pinggir sungai. Bahwa selama saya menjabat sebagai Ketua RT 1 Desa belayan banjir yg paling besar itu tahun 2016 dan 2017. Waktu itu sampai di jendela warga” tuturnya.

Sebenarnya menurut Yosep, dirinya selaku Ketua RT 1 Belayan telah membuat anggaran sebesar 100 Juta di tahun 2019 untuk mencoba mengatasi permasalahan banjir di wilayahnya itu.

“Sudah mengalokasikan anggaran dana RT sebesar 100 juta pada tahun 2019 untuk membeli lahan seluas 3 hektar persiapan pemukiman baru untuk RT 1 dan lahan atau tanah tersebut sudah ada” ucapnya.

Namun lanjut Yosep, meski lahan telah tersedia. Keberadaan lahan tersebut belum bisa di tempati karena perlu penataan dengan alat berat.

“Lahan tersebut belum bisa di tempati karena belum di tata karena harus memakai alat berat. semoga Pemdes (pemerintah desa-red) dan Pemda (pemerintah daerah-red) bisa mebantu secepatnya agar masyarakat belayan khususnya warga RT 1 bisa berpindah ke tempat yg baru dan terhindar dari bencana banjir” pungkasnya.

Penulis : Fitalis/GKS | YES