IBC, TALIABU – Tiga proyek pembangunan Guest House (Penginapan) disulap jadi hutan, alias terbengkalai. Kesemuanya dikerjakan sejak 2017 silam hingga saat ini masih jauh dari penyelesaian.

Tiga proyek guest house tersebut, masing-masing terletak di Desa Gela (Taliabu Utara), Desa Samuya (Taliabu Timur) dan Desa Nggele (Taliabu Barat Laut) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Hal itu kemudian, menjadi perhatian sekelompok masyarakat yang terhimpun dari Gerakan Pemuda Marhaenisme cabang Kabupaten Pulau Taliabu.

Dewan Penasehat Gerakan Pemuda Marhaenisme, Cabang Taliabu yakni, Asrarudin La Ane, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polisi Daerah (Polda) Maluku Utara, untuk melidik ketiga kasus proyek tersebut.

Asrarudin menduga keras, dibalik ketiga proyek tersebut, adanya unsur konspirasi merugikan uang negara.

“Takutnya adanya kejahatan kepada kontraktor untuk merampok uang negara dan untuk memperkaya diri sendiri,” kata Asrarudin saat diwawancara IBC, di rumahnya, Sabtu (10/4/2021).

Seperti dilansir media Sidikkasus.com, tiga proyek tersebut, diduga dimainkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA/PA) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), antara Bendahara di Bagian umum dan perlengkapan Setda Kabupaten Pulau Taliabu.

Adapun permasalahannya berdasarkan tiga data proyek tersebut, antara lain:

  1. Belanja Modal Pembangunan Guest House Desa Gela, Kecamatan Gela Taliabu Utara dengan jumlah total Hps Rp1.122.189.587,11. (Satu Miliar, seratus dua puluh dua juta, seratus delapan puluh sembilan ribu, lima ratus delapan puluh tuju rupiah). Proyek Guest House tersebut, dilasanakan oleh Perusahaan CV. DOKU LOHA dengan Jangka Waktu 120 Hari Kalender dengan total nilai Kontrak Rp1.073.095.896,57.

Anggaran tersebut bersumber dari APBD Tahun 2017 lalu. Sesuai surat perjanjian kerja (Kontrak) No: 027/09/kontrak/umum-setda/2017, tanggal 29 Agustus 2017. Berita Acara Pencairan (BAP) No : 931/322/BAP/SETD-PT/X/2017 , tanggal 12 September 2017. Surat Perintah Membayar ( SPM) No : 157/SPM-LS/1.20.03/PT/XI/2017, tanggal 14 November 2017 dengan SP2D No: 1772/SP2D-Ls/ 1.20-03/PT/XI/2017 tanggal 15 November 2017.

Sementara itu, dana tersebut dicairkan ke CV. Doku Loha berjumlah 90% sebesar Rp965.786.306.40, dan sesuai Rekening Bank Maluku cabang sanana No: 0401048541.

  1. Belanja Modal Pembangunan Get House Desa Samuya, Kecamatan Taliabu Timur jumlah total nilai Hps Rp1.118.760.000,00, Pokja ULP Menetapkan Pemenang Di CV.Rini Jaya dengan Nilai Kontrak Rp1.101.381.000,00 sesuai dengan surat Perjanjian Kontrak No: 027/01/kontrak/umum-Setda/2017 tanggal 30 mei 2017 dan berita Acara Pencairan ( BAP) No: 218/BAP/Umum-Setda/2017 tanggal 8 Agustus 2017, surat perintah membayar ( SPM) No : 108/1.20.03/SPM-Ls/PT/VIII/2017 tanggal 25 Agustus 2017 dan Surat Perintah Pencairan Dana ( SP2D) No: 1277/SP2D-Ls/1.20.03/PT/VIII/2017, dengan Rekening Bnk BRI Unit Taliabu No:7679-01-000242-30-1 atas nama perusahaan CV. Rini Jaya.
  2. Belanja Modal Pembangunan Get House Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, jumlah total nilai Hps Rp1.118.760.000,00 dengan Nilai Kontrak Rp1.090.355.000,00, sesuai Surat Perjanjian Kontrak No :
    027/02/kontrak/Setda-PT/2017 tanggal 29 Mei 2017, berita acara pembayaran ( BAP) No: 931/328/Setda tanggal 12 Desember 2017, Surat Perintah Pencairan Dana ( SP2D) No: 2167/SP2D-Ls/1.20.03/PT/XII/2017 tanggal 14 Desember 2017. dan anggaran cairkan di rekening bank BRI unit Taliabu No: 7679-01-000566-30-7 atas nama perusahaan CV. Banggai Perdana.” jelas Ketua Dewan penasehat GPM selaku Toko masyarakat desa Nggele.

Penulis : HVD | YES