IBC, PALEMBANG – Puluhan warga Pulau Kemaro mendatangi kantor Walikota Palembang dengan aksi damai terkait program pembangunan destinasi Pulau Kemaro oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di atas lahan garapan masyarakat.

Dalam aksinya warga Pulau Kemaro menuntut Pemkot Palembang melibatkan warga Pulau Kemaro dalam program pembangunan destinasi wisata Pulau Kemaro, menuntut kebijaksanaan pemkot untuk penghentian proses land clearing di atas lahan warga , meminta ganti keuntungan atas hak-hak rakyat Pulau Kemaro terhadap kepemilikan ataupun lahan yang telah diusahakan selama nertahun-tahun, menuntut untuk mengkedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat kecil dalam program pembamgunan destinasi wisata pulau kemaro dan menuntu ganti rugi atas tanam tumbuh milik warga yang sudah ditebang oleh Pemkot Palembang

Aksi damai disambut baik oleh Walikota Palembang yang diwakili oleh asisten III bidang Administrasi Umum Pemkot Palembang Agus Kelana beserta jajarannya di depan kantor Walikota Palembang, Senin (12/4/2021).

Asisten III Pemkot Palembang Agus Kelana menyambut aksi damai masyarakat pulau mengklaim pembangunan destinasi Pulau Kemaro oleh Pemkot Palembang merupakan tanah garapan mereka dengan menunjukan bukti-bukti kepemilikan masyarakat.

“Ini menjadi masukan dan perhatian yang akan kami bahas dirapat dan akan kita lihat dahulu bukti-bukti yang dimiliki masyarakat dan kita sandingkan dengan data-data yang ada dikita,” ujarnya.

Agus menuturkan berharap ada jalan terbaik bagaimana kedepan tidak terjadi gejolak-gejolak dimana Pemkot Palembang membangun tapi tidak menyusahkan masyarakatnya

“Mari kita duduk satu meja untuk kita sandingkan data milik masyarakat dengan data milik Pemkot Palembang dan baru bisa kita lihat kapan pemkot membebaskan penggarapan lahannya dan kapan penandatangan pembuktian hak kepemilikan warga pulau kemaro serta ditandatangani oleh siapa,” imbuhnya.

Sementara koordinator aksi Sobri M Zen mengucapkan terima kasih kepada perwakilan dari pemkot Palembang Asisten III walikota untuk menerima kami walaupun harapan kami sebenarnya ingin audensi secara langsung dan itu tidak masalah bagi kami yang penting aspirasi kami diakomudir dan ditindak lanjuti dalam beberapa minggu kedepan

“Sebenarnya masyarakat Pulau Kemaro ini sangat mendukung proyek ini dan harapan masyarakat pulau kemaro ingin dilibatkan dalam pembanguna destinasi wisata pulau kemaro karena Pemkot Palembang akan melaksanakan program agrokultural yang melibatkan petani setempat, ternyata malah petani tidak bisa menggarab sawah bulan ini,” kata Sobri.

Sobri M Zen menyampaikan keinginan kawan-kawan masyarakar Pulau Kemaro agar tetap bisa menggarab sawah seperti biasa dan seterusnya walaupun nanti kemungkinan kalah dalam pembuktian hak kepemilikan atau hanya sekedar tanah usaha

“Paling tidak diantara puluhan warga yang ikut aksi damai hari ini ada 10 warga yang mempunyai surat diketahui oleh lurah dari tahun 1933 -1958 yang mempunyai hak garap yang secara turun temurun tidak pernah ada proses pelegalan dan ini harusnya menjadi pertimbangan dari pemkot kota ketika lahan ini sudah digarap selama puluhan tahun pemerintah tidak susah lagi untuk menebang pohon untuk.pembangunan destinasi wisata pulau kemaro,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan Selama ini tidak adanya sosialisasi dari pihak pemkot Palembang adanya proyek pembamgunan destinasi wisata Pulau Kemaro dan kami pun tahu adanya ptoyek ini bukan dari Pemkot melainkan dari pihak-pihak tertentu yang tidak ingin kami sebutkan namanya pernah kami pergoki dan kami tanya siap yang menyuruh mematok lahan ini dan dijawabnya pemerintah kota tapi tidak mau menyebutkan nama yang memberikan perintah.

Alhamdulillah dengan kesantunan bahwa sudahlah karena mereka tidak tahu menahu soal proyek ini dan kita coba cari tahu siapo yang bertanggung jawab dengan proyek ini dan akhirnya kita dengan kesadaran penuh untuk berdialog dengan pemkot Palembang,” ucap Sobri.

Terakhir Sobri mengharapkan sesuai dengan tujuan awal jika pemkot Palembang menang secara hukum punya hak kepemilikan atas lahan warga tersebut

“Kami tetap ingin minta ganti rugi atau ganti keuntungan terhadap lahan yang kami usahakan selama ini,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES