IBC, PADANG – Setelah melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar pada tanggal (9/2/2021) lalu, Organisasi Pergerakan Milenial Minang (PMM) berencana akan melakukan aksi kembali di Mapolda Sumbar pada Jum’at mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMM Randa Afrizal Sandra mengungkapkan poin yang akan kita bawa masih tetap sama yaitu menyoroti gagapnya penegak hukum dalam menetapkan tersangka dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi penangulangan Covid-19 di Sumatera Barat yang merugikan uang negara sebesar Rp49 milliar tersebut.

“Semakin kesini kita semakin heran, sudah banyak desakan tetapi penegak hukum masih tetap santai, hampir mendekati 2 bulan belum ada satupun di tetapkan tersangka, apa yang sebenarnya yang terjadi,” ujar Randa, Rabu (14/4/2021).

Selanjutnya Randa menyampaikan kali ini kita akan turun lebih banyak, karna kita sudah konsolidasi kan dengan beberapa organisasi mahasiswa yang tergabung di dalam Cipayung,

“Kita menilai Polda Sumbar gagap meangani kasus ini, sebagai bentuk kekecewaan kami, kami akan bawakan obat kuat pada Jumat nanti, agar Polda Sumbar bisa mengusut tuntas kasus ini secepatnya sampai ke akarnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, dugaan penyelewengan dana dimulai dengan adanya temuan LHP BPK yang menunjukkan dana yang diberikan ke Pemprov Sumbar sebesar Rp160 miliar di tahun 2020 untuk penanganan Covid-19. Sebesar Rp150 miliar dipakai dan Rp10 miliar harus dapat dikembalikan. Dari temuan BPK, indikasi Rp49 miliar dicurigai dan diragukan penggunaannya.

Penulis : Fauzaki | YES