IBC, PADANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Milenial Minang (PMM) menggelar unjuk rasa menuntut Polda Sumbar mengungkap dugaan penyelewengan dana Covid-19 di APBD provinsi tahun 2020.

Organisasi PMM tersebut menggelar aksi di Mapolda Sumbar mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB. Mereka membawa alat peraga berupa spanduk dan melakukan orasi menyuarakan aspirasi mereka di depan Mapolda Sumbar

Ketua Umum Pergerakan Milenial Minang Fikri Haldi mengatakan sudah dua bulan kasus ini muncul ke permukaan namun belum ada langkah konkrit dari penegak hukum.

“Kita minta Polda Sumbar segera menetapkan tersangka kasus ini dan gubernur memecat pihak yang terlibat,” katanya saat unjuk rasa di Mapolda, Jumat (16/4/2021).

Fikri menyatakan aksi sudah dilakukan di lima titik dan di Mapolda sudah yang kedua dan aksi yang dilakukan di Mapolda Sumbar kedua ini tuntutannya tetap sama.

“Sebelumnya kami telah menggelar aksi di Kejati Sumbar dan Kantor Gubernur Sumbar. Namun Kejati dan gubernur masih menunggu proses yang dilakukan Polda Sumbar,’ jelasnya.

Menurut dia ada tanda tanya besar bagi masyarakat mengapa penanganan kasus korupsi ini lamban sedangkan tindak pidana yang lain cepat.

“Apa penegak hukum kita mandul,” ujar Fikri.

Mereka meminta Kapolda Sumbar agar memprioritaskan kasus ini karena sudah dua bulan belum ada perkembangan.

“Jika masih belum ada tanda-tanda maka kita akan lakukan unjuk rasa lagi melibatkan organisasi mahasiswa lainnya,” tegas Fikri.

Selanjutnya Fikri menduga, ada kongkalikong dibalik kasus itu, sehingga penanganan kasus berjalan sangat lambat.

“Jika seperti ini terus, kami minta Kapoldanya dicopot saja, ganti Kapolda yang baru yang serius menangani kasus ini,” duganya dengan nada tegas..

Pihaknya mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa jika penanganan kasus korupsi masih lamban.

“Kami berkomitmen seandainya kasus ini belum selesai, kami akan terus melakukan aksi,” sebut Fikri.

Penulis : Randa AS | YES