IBC, PALEMBANG – Direktur Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Bona Fernando angkat bicara terkait penganiayaan perawat yang bekerja di RS Siloam Sriwijaya Kristina Ramauli oleh orang tua pasien yang sedang dirawat di RS Siloam Sriwijaya.

Penganiayaan terjadi dilantai 6 di ruangan anak RS Siloam Sriwijaya, Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.45 wib dan korban telah melaporkan pelakunya ke Maporestabes Kota Palembang.

Bona Fernando mengatakan bahwa tenaga perawat dan kesehatan lainnya merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, karena itu harus mendapatkan apresiasí yang tinggi sehubungan dengan fungsinya yang vital dalam mewujudkan pelayanan yang baik bagi pasien maupun masyarakat yang sehat dan produktif.

“Siloam Hospital berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien oleh karena itu, berupaya keras untuk menciptakan dan menjaga lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi tenaga kesehatan agar dapat bekerja secara optimal dalam pelayanan kepada pasien,” ujarnya saat konferensi pers dengan awak media.

Selanjutnya Bona menuturkan menyesali tindakan kekerasan yang ditujukan kepada karyawan RS Siloam Sriwijaya KR oleh seorang pelaku yang tidak bertanggung jawab dan kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir.

“Saat ini karyawan kami (perawat) sedang kami rawat karena memang ada luka-lukanya dan selain fisik mental juga sangat berpengaruh sekali oleh sebab itu kita doakan cepat pulih dan melayani pasien lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut Bona Fernando juga mengatakan telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan yang menimpa perawat RS Siloam Sriwijaya serta menindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku

“Berdasarkan data yang saya dapat pelaku bukan seorang polisi dan kalau pejabat saya kurang tahu dan mungkin bukan pejabat tapi data pelaku semuanya sudah saya berikan ke Mapolrestabes kota Palembang,” ungkapnya.

Terakhir ia menjelaskan pihak rumah sakit yaitu perawat telah melakukan apa yang semestinya harus dilakukan untuk penanganan pasien (anaknya pelaku) yang dirawat di RS Siloam Sriwijaya

“Kami mohon doa bagi korban kejadian kekerasan dan kami menghimbau masyarakat untuk menghargai semua tenaga kesehatan yang berjuang memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit,” tutup Bona.

Penulis : Zul | YES