IBC, SULA – Jelang lebaran, bahan bakar minyak (BBM) berjenis minyak tanah di Desa Dofa pusat Kecamatan Mangoli Barat, Kepulauan Sula, mengalami ketidakcukupan.

Hal tersebut tentunya akan berdampak kepada kebutuhan sekunder masyarakat Mangoli Barat, dalam melaksanakan tugas siap saji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media IBC, pasokan minyak tanah dari Kabupaten Kepulauan Sula ke Desa Dofa Kecamatan Mangoli Barat sebanyak 4 (empet) ton perbulan, namun kuota minyak tanah tersebut belum dapat menjawab kebutuhan warga setempat.

Mirisnya, jika dibandingkan dengan Desa Pas Ipa Kecamatan Mangoli Barat, kuota minyak tanah yang didistribusikan sebesar 8 ton perbulannya.

Secara geografis, Dofa merupakan induk Kecamatan Mangoli Barat yang membawahi 4 Desa, diantaranya Desa Pelita, Dofa, Leko Kadai dan Leko Sula, dengan pendistribusian kuota minyak tanah hanya berjumlah 4 ton.

Sedangkan Desa Pas Ipa yang juga merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Mangoli Barat, menaungi 3 desa disekitarnya antara lain, Desa Pas Ipa, Leliyaba dan Johor, dengan kebutuhan minyak tanah yang maksimal diangka 8 ton.

Sementara itu, distribusi minyak tanah di Mangoli Barat tersebut, berasal dari Pertamina PT Sanana Lestari, yang berlokasi di Ibukota Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Seorang warga yang enggan menyebut namanya menilai, hal tersebut merupakan lemahnya monitoring pihak Pertamina.

“Terkesan pilih kasih, PT. Sanana Lestari hanya memberikan janji palsu kepada masyarakat Dofa dan masyarakat desa yang diliputinya, ini sudah berulang kali dimintai penambahan kuota sebab masyarakat Desa Dofa, Pelita, Lekokadai, dan Desa Lekosula sangat tidak mencukupi kalau kuotanya hanya 4 ton,” terangnya.

Yusuf, seorang pekerja di PT. Sanana Lestari menjelaskan, alasan tidak ditambahkannya kuota minyak tanah di Desa Dofa, akibat dari minimnya pelanggan.

“Mereka sudah berulangkali mengusulkan ke kami (PT Sanana Lestari – red), tapi sampai saat ini kami juga belum ada penambahan alokasi dari Pertamina, malahan alokasinya mau diperkecil lagi dari Pertamina. Sebab, minyak tanah mau dialihkan ke gas elpiji,” jelas Yusuf kepada wartawan di kantornya, Minggu (25/4/2021).

Meski kedepannya, kata Yusuf, alokasi minyak tanah di Desa Dofa tidak akan dipertambah. Dikarenakan masyarakat secara keseluruhan akan diperhadapkan ke gas elpiji.

“Kita di Indonesia Timur belum semuanya menggunakan gas elpiji, sementara ini kan baru Indonesia Barat dan Indonesia Tengah saja yang menggunakannya. Tepatnya, penambahan kuota untuk minyak tanah, hanya saja sampai saat ini belum ada yang di alokasikan dan direalisasikan oleh Pertamina,” ungkapnya.

Penulis : HVD | YES