IBC, PELALAWAN – Matinya ribuan ikan di kanal perusahaan PT. RAPP pada Selasa (23/3/) lalu masih menjadi misteri apa yang menyebabkan habitat ikan air tawar tersebut mendadak mengapung pada malam itu.

Aroma air pada saat kejadian sempat mengeluarkan bau kimia yang sangat tajam, bahkan diakui tim awak media (tim umang-umang – red) pada saat itu yang berada dilokasi kejadian sempat mengalami pusing dan muntah. Selain itu suhu air juga terasa hangat.

Sudah sekitar 36 hari pasca kejadian hasil uji laboratorium kabarnya belum juga bisa dipublikasikan dengan alasan belum selesainya uji sample disebabkan kesibukan pihak laboratorium.

Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, Ma’mun Murod ketika dihubungi belum memberikan jawaban kapan pastinya hasil uji laboratorium bisa dipublikasikan.

“Semoga secepatnya, karena itu dilakukan oleh PLHD, silahkan tanyakan ke tim nya,” kata Ma’mun Murod menjawab pertanyaan Biro IBC Provinsi Riau pada Rabu (28/4/2021) sore.

Keterangan bidang Penataan, Dwiyana yang juga tim PLHD membantah atas keraguan publik dan disebut “main mata” dengan pihak perusahaan. Ia mengatakan lambanya hasil uji laboratorium disebabkan faktor analisa di laboratorium tengah banyak kerjaan.

Dwiyana menjelaskan laporan hasil uji laboratorium dimungkinkan akan selesai selepas lebaran Idul Fitri.

“Itu waktu analisis dilaboratorium, bisa saja laboratorium banyak kerjaan. PPLHD sudah bekerja sesuai kewajiban dalam SOP, justru PPLHD sampai sekarang Belum menerima haknya dalam melaksanakan tugas, Krn rasa tanggung jawab, mereka melaksanakan tugas dgn biaya masing-masing terlebih dahulu. Kemudian dgn situasi pandemi covid-19, ada prokes yg harus ditaati, sehingga berpengaruh terhadap waktu penyelesaian laporan, diperkirakan laporan akan selesai setelah Idul Fitri tahun ini,” jelas Dwiyana kepada IBC Provinsi Riau melalui WhatsApp pada Rabu (28/4) sore.

Penulis : Faisal | YES